Retailer Asing Melirik Gunung Anyar

Sebagaimana kita tahu bahwa saat ini telah banyak sekali franchisor- franchisor luar yang masuk ke Kota Surabaya. Mulai dari makanan, busana, kesehatan maupun lembaga pendidikan. Pertumbuhan ekonomi yang pesat serta perubahan gaya hidup masyarakat turut mempercepat invasi para warabalaba international ini. Tengok saja ada berapa mall yang ada di Surabaya ini, jumlahnya sampai saat ini sudah mencapai puluhan dan semuanya tidak ada yang sepi dari pengunjung, apalagi pada waktu weekend. Maka tak heran kalau Surabaya di kenal dengan julukan wisata mall. Memang untuk peningkatan perekonomian kota Surabaya hal ini sangat bagus, tapi bagaimana dengan anak2 kita…tentunya hal ini sangat buruk sekali karena hanya akan mendidik mereka menjadi komsumtif. Sebenarnya sangat di sayangkan mengapa Surabaya di kenal dengan wisata belanjanya, padahal banyak sekali wisata alam yang ada di kota ini, sebut saja kebun binatang dan pantai kenjeran.

Akan tetapi keadaan wisata alam di kota buaya ini sangatlah berbanding terbalik dengan pusat perbelanjaan yang menjulang tinggi di kota ini, Kebun Binatang hingga saat ini masih terjadi konflik internal para pangurusnya yang mengakibatkan koleksi binatang tidak terurus, idem dito Pantai Kenjeran yang pembangunannya seperti jalan di tempat, sempat tersiar kabar bahwa Kenjeran ini akan di sulap menjadi seperti kawasan pantai ancol di Jakarta meskipun tidak ada kabar beritanya lagi hingga sekarang.

Setelah pusat kota di rasa telah penuh, peritel asingpun mulai melebarkan sayap bisnisnya ke pinggir Kota Surabaya. Sampai saat ini di sekitar wilayah Gunung Anyar sudah ada beberapa waralaba asing yang mencoba peruntungannya di daerah ini :Giant, Mc Donald, carefour dan AW. Cukup menarik untuk di pikirkan, mengapa mereka sangat berambisi untuk mengembangkan bisnis hingga ke daerah Surabaya Timur, apakah mereka sudah melihat adanya kilauan emas di Gunung Anyar ini…? (baca emas di gunung anyar). Ingat… mereka adalah peritel dunia yang telah lama bermain di bidangnya masing-masing, mereka pasti tau, apa pentingnya sebuah lokasi bagi perkembangan usahanya. Jika mereka memilih berada di sekitar Gunung Anyar ini, berarti mereka sudah bisa memproyeksikan bagaimana potensi wilayah ini di masa yang akan datang. So…jika pihak asing saja sudah mengetahui betapa besarnya potensi wilayah Gunung Anyar ini bagaimana dengan kita sebagai penghuninya…?, apa kita akan selamanya menjadi penonton…?, apa kita akan terus menjadi konsumen dagangan mereka….?. meminjam slogan salah satu parpol di negara ini :KATAKAN TIDAK PADA PENGEPUNGAN INI….SAATNYA KITA BANGKIT DAN MULAI MEMBANGUN DAERAH KITA SENDIRI.

jika selama ini kita hanya menjadi pasar bagi pelaku bisnis asing, bagaimana cara kita membalik keadaan tersebut. Wisatawan asing sangat menyukai alam Indonesia yang masih asli,maka harusnya wisata alam-lah yang kita garap lebih serius lagi. Di Gunung Anyar sendiri wisata alam manalagi kalau bukan Wisata Anyar Mangrove. Dengan kondisi alam yang masih alami dan menjadi hunian bagi banyak binatang liar seperti : monyet,biawak,ular serta ratusan jenis burung liar yang beberapa termasuk langka,Wisata Anyar mangrove ini layak untuk di angkat menjadi salah sati icon wisata di Kota Surabaya ini. Sayangnya belum ada perlakuan yang serius untuk menjadikan Wisata Alam Mangrove ini menjadi wahana wisata yang menarik.

Dengan adanya kerjasama antara pemerintah daerah dan pihak swasta ,saya yakin Wisata Anyar Mangrove ini bisa menjadi tempat yang menarik untuk di kunjungi. Jika lamongan punya Wisata Bahari lamongan, jika Pasuruan punya Kebun Raya Purwodadi maka Gunung Anyar HARUS PUNYA WISATA ANYAR MANGROVE. Wisata alam yang akan menarik turis lokal maupun mancanegara. Wisata alam yang berwawasan lingkungan. Wisata alam yang bisa meningkatkan perekonomian daerah setempat. Wisata alam yang bisa meningkatkan taraf hidup masayarakat di sekitarnya dan Wisata Alam yang bisa mengangkat nama Kota Surabaya di mata dunia.      












Share on Google Plus

About Kabar Surabaya