Riwayat Gunung Anyar

Di antara perkampungan Gunung Anyar Tengah Surabaya terdapat sebuah bukit tandus yang dinamakan Gunung Anyar.Menariknya, bukit itu konon berasal dari lumpur yang menyembur sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, gunung itu telah ada sebelum munculnya perkampungan yang kini cukup padat penduduk tersebut. Dan hingga sekarang lumpur asin dan minyak masih menyembur ke permukaan.

Bukit lumpur ini berada tepat ditengah perkampungan penduduk. Di sekelilingnya terdapat sebuah lapangan yang dimanfaatkan untuk bermain sepak bola. “Menurut cerita orangtua, gunungnya cukup tinggi namun karena tanahnya sering diambil akhirnya membentuk seperti bukit seperti saat ini,” kata Sugeng Prayoto (37), warga Gunung Anyar Tengah. Untunglah sekarang masih tersisa sedikit bentuk dari gunung anyar tersebut. Dan pemerintah daerah sepertinya sepakat untuk melindungi situs tersebut. Vegetasi yang terdapat di gunung anyar kebanyakan berupa kaktus dan trembesi.

Di bagian yang bisa kita katakana puncak gunung anyar tersebut kita bisa menemukan, sejumlah titik yang hingga sekarang masih menyemburkan air dan lumpur. Bahkan salah satu titik mengeluarkan cairan seperti minyak mentah, berwarna hitam pekat. Di atas bukit itu, menurut keterangan penduduk sekitar, dulunya terdapat lebih dari 10 titik semburan. Sekarang hanya menyisakan 2-3 titik saja. Penulis yang mencoba mengamati, semburan itu hanya berupa gelembung-gelembung (bubble). “Sekarang sudah banyak yang berhenti menyembur,” Jika lumpur menyembur deras maka luberannya suatu kali pernah menggenangi lapangan yang dipakai untuk sepak bola. “Akibatnya tanahnya tandus. Tidak bisa ditanami sampai sekarang sehingga dipakaianak-anak untuk main bola,” katanya mereka.

Meski menyemburkan lumpur puluhan tahun, anehnya warga setempat tidak merasa perlu khawatir atau takut. Meskipun kasus serupa juga terjadi di Porong yang lumpurnya telah menenggelamkan sejumlah desa itu.“Warga di sini biasa saja, tidak resah. Kita yakin semburan ini tidak akan menjadi seperti di Porong. Bahkan akibat semburan di Porong, semburan di sini mulai berkurang termasuk sudah ada yang berhenti,”

Untuk menuju ke lokasi semburan lumpur di Gunung Anyar Tengah ini tidak sulit. Desa tersebut lokasinya sebelah barat kampus UPN Veteran di Surabaya Timur. Hampir semua warga di Gunung Anyar sudah mengetahuinya.

Perlu diketahui fenomena semburan lumpur di Jawa Timur ini mendekati cerita dalam sejarah. Mud volcano pernah terjadi, berdasarkan peta geologi buatan Belanda 1938 memperlihatkan bahwa di peta Sidoarjo terdapat dua “moddervulkanen” atau “mudvolkano” (gunung lumpur) di daerah Sedati-Gedangan.

Satu di Poeloengan dan satu lagi di Desa Betro, Buncitan, Gunung Anyar. Blok Brantas (lokasi eplorasi dan ekploitasi Lapindo) berada pada jalur “Active Mud Volcano” yang membentang dari Purwodadi
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar