Penanaman Bibit Mangrove oleh PT HM Sampoerna Tbk

Minggu, 24 Juni 2012 Kawasan Gunung Anyar mempunyai hajatan besar, yaitu proses penanaman mangrove yang di sponsori oleh PT HM Sampoerna. Kegiatan ini merupakan salah satu dari program Corporate Social Responsibility yang di usung oleh mantan perusahaan rokok terbesar di Indonesia tersebut. Jane Morrison selaku Head of Communication & Contributions PT HM Sampoerna Tbk mengatakan, program ini bagian dari penanaman 99.999 bibit mangrove untuk seluruh Indonesia. HUtan Mangrove Gunung Anyar sendiri mendapatkan jatah sebanyak 5000 bibit mangrove.

Acara yang di mulai pukul 8 pagi ini mendapatkan atensi besar dari pemerintah kota Surabaya, terbukti Walikota Surabaya Tri Rismaharini berkenan untuk hadir serta sempat menceburkan dirinya ke dalam lumpur guna menanam mangrove “ Demi Surabaya Green and Clean Rekkk” katanya spontan. Hadir pula  Kepala Dinas Pertanian, Taruli Aritonang, Camat Gunung Anyar, Lurah Rungkut Menanggal,Lurah Gunung Anyar,Lurah Gunung Anyar Tambak,Lurah Rungkut Tengah, para pemangku kepentingan dari ITS, aktivis lingkungan, Lembaga Swadaya Masyarakat, sukarelawan mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata di wilayah gunung anyar, karyawan sampoerna serta masyarakat sekitar, dari Gunung Anyar Community sendiri di wakili oleh Rizki Rahmadianti.

Lokasi penanaman bibit mangrove tersebut berada di 2 lokasi yaitu bantaran sungai serta di tepi laut. Untuk menuju tepi laut para peserta di fasilitasi oleh 12 perahu nelayan yang telah di sediakan. Tepi laut yang tak jauh dari bantaran sungai tersebut mempunyai kedalaman sekitar 80cm sehingga banyak dari peserta menyempatkan diri untuk berenang di tempat yang mempunyai perairan jernih tersebut.

Menurut Jane Morrison, dengan kondisi alam yang alami serta terdapat fauna seperti monyet, burung serta biawak, kawasan hutan Mangrove di Gunung Anyar ini mempunyai keunggulan bila dibandingkan dengan kawasan hutan mangrove di wilayah rungkut-wonorejo. Ketika “swara gunung anyar” bertanya mengapa HM sampoerna lebih condong menempatkan CSR-nya untuk kawasan mangrove rungkut?..beliau menjawab “di mangrovec gunung anyar ini masyarakatnya belum bisa menerima bahkan cenderung menolak, apabila pihak luar yang akan masuk ke wilayah mereka”.

Melihat kondisi yang demikian tentu membutuhkan peran dari perangkat masayarakat sekitar. Di harapkan pihak kecamatan dapat melakukan pendekatan yang persuasif kepada tokoh-tokoh masyarakat dari kawasan sekitar hutan mangrove tersebut. Karena dengan adanya pembangunan di hutan mangrove, maka secara langsung akan dapat menarik minat investor untuk masuk dan meramaikan kawasan hutan mangrove. Dengan demikian maka perputaran perekonomian di kawasan tersebut akan berjalan, yang dampaknya akan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar mangrove tersebut. Stigma negatife apabila Hutan mangrove Gunung Anyar dibangun masyarakat sekitar akan tersingkir harus di hilangkan jauh-jauh, karena merekalah nantinya yang akan mengelola Hutan Mangrove tersebut secara langsung maupun tidak langsung.



Share on Google Plus

About Kim Swaraguna