KONMUTER yang Bikin Pinter

KONMUTER yang Bikin Pinter

Swaraguna - Ada pemandangan baru apabila saat ini anda berkunjung ke kantor kecamatan Gunung Anyar. Sebuah mobil berwarna biru bertuliskan “konmuter” pada bagian depan, sedangkan pada lambungnya terdapat logo dari departemen kominfo dan PLN.

Ketika di parkir mobil ini akan di buka pada bagian belakang dan samping kanannya. Bagian belakang mobil ini di lengkapi dengan layar LCD berukuran 32” yang bisanya di fungsikan untuk melihat siaran televisi/film untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat. Sedangkan pada lambung kanan terdapat 3 buah laptop yang di lengkapi dengan fasilitas jaringan internet, sehingga bisa di gunakan oleh masyarakat umum untuk browsing dalam mencari informasi yang di butuhkan. 

Hebatnya lagi, kita bisa menggunakan fasilitas ini secara gratis. Mobil inipun sudah di lengkapi dengan jaringan wifi. Di komando oleh 2 orang petugas konmuter ini bertugas di 3 kecamatan yaitu kecamatan Gunung Anyar setiap hari senin dan kamis, selebihnya mereka bertugas di kecamatan Rungkut dan Wonocolo. 

Masyarakat bisa menikmati fasilitas konmuter ini setiap hari jam 08.00-16.00. Konsumen Mudah Terlayani itulah kepanjangan dari konmuter tersebut. "Konmuter perupakan mobil pemasaran keliling untuk mempermudah pelanggan melakukan pemasangan baru, penyambungan sementara, perubahan daya, pembelian token, dan pembayaran tagihan listrik" Ujar Deputi Bidang Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Arkad Matulu di Surabaya. Mobil ini juga melayani permohonan informasi dan keluhan seputar kelistrikan, gangguan, pemadaman serta pengaduan."Ada 12 unit yang saat ini kami operasikan di wilayah Surabaya dan sekitarnya hingga Mojokerto. 

Ini bentuk program Pemasaran Keliling yang sebelumnya telah dijalankan," kata Arkad Untuk mewujutkan program ini PLN bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang sebelumnya memiliki mobil dengan akses internet. Mobil dari Kementerian Komunikasi dan Informatika itu bisaanya menjangkau ke kecamatan dan desa-desa untuk menyosialisasikan internet. 

"Kami tidak mengeluarkan anggaran untuk pengadaan mobil karena kami bekerjasama dengan Kementerian Kominfo, kami hanya menambah konten tentang kelistrikan. Biaya operasional kita tanggung bersama," tutur Arkad. “Melalui layanan ini, penyambungan listrik baru diharapkan bisa lebih mudah, cepat, pasti dan transparan, disertai integritas dan tidak perlu calo,” terangnya. (Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya