Tips Smart meng-handle mobil


Pengendara yang ‘pintar’ sangat dibutuhkan di tengah perubahan iklim global dan bahaya polusi udara yang membuat kualitas hidup manusia di bumi kian memburuk.

Walaupun banyak agen pemegang merek (APM) mengeluarkan produk-produk ramah lingkungan hingga mobil listrik atau hybrid, tanpa pengemudi yang cerdas tidak akan memberikan hasil yang optimal.

Ingin menjadi pengemudi cerdas? Tips berikut dapat menjadikan Anda seorang pengemudi yang cerdas dan peduli lingkungan:

* Tidak memanaskan mesin terlalu lama sebelum berkendara. Terlebih sampai menghentakkan pedal gas sampai meraung-raung. Mobil sekarang sudah modern sistem pelumasannya, demikian pula teknologi olinya. Cukup panasi mobil sekadarnya sampai jarum penunjuk suhu mesin bergerak dan arah putarannya stabil. Untuk mesin bensin biasanya tidak sampai 5 detik putaran juga sudah stabil.

Sedangkan untuk mobil yang jarang dipakai, panaskan kurang lebih 60 detik. Setelah itu jalankan mobil dengan rpm rendah (1.500-2.000 rpm) pada gigi rendah selama kurang lebih 5 menit. Jadi sambil jalan, mobil dipanaskan. Baru setelah itu, mobil dikendarai dengan kecepatan normal. Cara ini bisa menghemat 2-3 liter bensin per bulannya.

* Pada posisi berjalan setelah pemanasan, atur putaran gas secara perlahan-lahan dan lembut. Kemudian percepat sedikit demi sedikit dan melaju secara konstan. Jika terpaksa harus melakukan pengereman dan hendak mengembalikan kecepatan, ada baiknya menjaga putaran mesin pada kisaran 2.500-3.500 rpm.
* Jaga kecepatan konstan dalam perjalanan, 40-50 km/h di jalan kota atau 80 km/jam di jalan tol sambil menjaga jarak aman terhadap mobil lain. Jika terjadi kemacetan, lebih baik mengurangi kemacetan secara gradual. Cara ini selain hemat BBM, juga hemat sepatu rem.
* Tidak melakukan akselerasi dan deselerasi (pindah gigi untuk perlambatan) secara mendadak. Injak pedal gas dengan kalem, jangan menghentak. Demikian pula saat melepas pedal gas. Hal ini juga sangat bergantung dengan pengaturan jarak antara kendaraan di depan.
* Tidak ada salahnya mematikan mesin mobil dalam kondisi berhenti lebih dari 1 menit. Prinsip ini juga sama dengan fitur Auto Start/Stop pada varian mobil terbaru.
* Selain menjaga putaran mesin, periksa juga tekanan ban. Jika tekanan ban berkurang, beban mesin kendaraan akan bertambah. Akibatnya, mesin akan bekerja keras menghasilkan tenaga besar, yang secara otomatis menguras bahan bakar. Jika tekanan ban terlalu tinggi, dapat berisiko terjadinya kecelakaan karena pecah ban.
* Hindari penggunaan AC atau pendingin jika tidak perlu seperti saat Anda berkendara di malam hari atau saat berada di daerah dingin. Pemakaian AC dapat menjadi beban putaran mesin, otomatis berkaitan dengan penggunaan BBM.
* Hindari muatan berlebih, karena untuk membawa beban yang besar dibutuhkan tenaga besar pula. Ini berarti pemakaian BBM juga semakin besar. Bila memang tidak diperlukan, lepas aksesori yang mengganggu aerodinamika, seperti rak atap dan rak sepeda, serta kurangi atau turunkan barang-barang yang jarang diperlukan.
* Periksa kondisi dan kontur ban secara rutin, dan pilih jenis serta ukuran ban sesuai dengan buku panduan mobil yang digunakan. Pemilihan jenis ban yang tidak tepat dapat membuat kendaraan semakin boros BBM.
* Gunakan suku cadang asli, dan lakukan perawatan rutin di bengkel-bengkel resmi atau berpengalaman.
* Periksa oli mesin, oli transmisi, oli power steering, oli rem,dan oli kopling secara rutin dan teliti. Pastikan pula air radiator, resevoir dan fan atau kipas pendingin bekerja dengan baik. Mesin yang bekerja sempurna mampu memaksimalkan pemakaian BBM.
* Biasakan merencanakan dan memilih rute perjalanan dengan menggunakan peta atau GPS (Global Positioning System) agar mempermudah dalam memilih rute untuk mencapai tujuan dengan jarak terdekat.
* Gunakan kendaraan umum atau sepeda dan berjalan kaki untuk menempuh perjalanan dekat.
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna