Merr IIC Gunung Anyar Dikhawatirkan Gagal bangun di 2013

Apa yang anda pikirkan ketika melihat foto ini…?, kalau anda mengira ini adalah suasana mudik lebaran anda salah besar. Suasana ini adalah kejadian rutin yang terjadi di Gunung Anyar, persisnya di jalan Gunung anyar timur sebelum melewati jembatan yang menghubungkan antara Surabaya dan perumahan Pondok Chandra (Sidoarjo).
Efek ini adalah akibat dari belum tuntasnya pembangunan jalan Merr IIc Gunung Anyar. Padahal seperti kita ketahui jalan Merr IIIC ini menghubungkan antara jalan kenjeran(Surabaya) hingga menyambung ke jalan Lingkar Timur Sidoarjo. Untuk jalan kenjeran hingga rungkut jalan Merr telah rampung hingga 95% dan sudah di gunakan oleh masyarakat sebagai jalur alternatif untuk bepergian ke Surabaya-Sidoarjo maupun sebaliknya. Bahkan kondisinya saat ini telah ramai dan cukup padat pada saat jam berangkat dan pulang kerja. Dengan belum selesainya proyek Merr IIC Gunung Anyar, saat ini terjadi penumpukan arus kendaraan roda2 di daerah Gunung Anyar Timur dan roda4 jalan Wahid hasyim. Antreannya bahkan bisa mencapai ratusan meter apabila jam berangkat dan pulang kerja.
Hingga akhir Juli 2012 ini pembebasan lahan di kawasan tersebut belum ada tanda-tanda akan tuntas. Dari sekitar 242 persil milik warga yang perlu dibebaskan, saat ini baru ada sekitar 23 persil yang dibebaskan.

Nurhadi, Ketua RT 02/RW 01 Kelurahan Gununganyar Kecamatan Gununganyar membenarkan masih banyak persil warga Gununganyar yang belum terbebaskan. Jumlah persil di wilayahnya saja sekitar 55 lokasi. Jumlah ini masih belum termasuk persil warga dari RT lain.

Bila meruntut kejadian selama ini, lanjutnya, dengan ngadatnya pembayaran ganti rugi sudah jelas pembebasan lahan milik warga Gununganyar bakal melambat juga. Sebab, seharusnya Pemkot sudah membayar ganti rugi tersebut milik 16 warganya sejak awal 2012 lalu. Namun, kenyatannya baru terbayar Juni lalu.

“Pemkot sempat melanggar aturan main. Warga sudah menyerahkan atas haknya ke pemkot sehingga seolah-olah warga sudah menerima uang dari pemkot. Padahal, kenyataannya pesril warga baru terbayar Juni,” katanya.

Agus Santoso anggota Komisi C DPRD Surabaya mengatakan seharusnya pembebasan lahan untuk MERR II C di Gununganyar bisa tuntas akhir tahun ini. Sebab, pada awal 2012 ini sudah diupayakan untuk menuntaskan pembebasan lahan milik 16 warga di sana. Ternyata, pembebasan milik 16 warga tersebut lambat juga.

Atas keterlambatan tersebut pihaknya sangat menyayangkannya, karena program tersebut diharapkan Pemkot Surabaya menjadi jala alternatif baru yang menghubungkan koridor utara-selatan kota Surabaya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Erna Purnawati optimis pembebasan lahan warga Gununganyar akan tuntas akhir tahun ini. Alasannya, warga Gununganyar yang tanahnya kena kepras untuk jalan MERR IIC semuanya sangat kooperatif. Warga siap melepaskan lahannya dan tinggal bagaimana negoisasi soal harganya saja.

Bahkan, soal harga juga sudah ada pedomannya. Sama halnya untuk pembebasan lahan warga di Kedung Asem, Medokan Semampir dan launnya. “Kami yakin sekali pembebasan lahan di sana akan lebih muda dari sebelumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, memang pencairan anggaran pembebasan lahan adan panitia khususnya. Panitia itu ada sembilan orang yang mewakili lembaganya masing-masing. Mulai dari kelurahan, kecamakatan, Kepala Dinas pertanian karena lahannya ada yang berupa sawah. Kepala DPUBMP, asisten Sekkota dan Sekkota sendiri. Namun panitia sanggup menuntaskan pembebasan lahan warga di sana.ov


Share on Google Plus

About Kim Swaraguna