Gunung Anyar Mangrove Menjadi Mata Indonesia

Jum'at (02-11-2012)pagi Pukul 8.30 WIB semua elemen masyarakan Gunung Anyar telah siap menanti kedatangan peserta 1st Regional Shared-Learning Workshop mangrove Conservation as  a part of Coastal management In South Asia yang di selenggarakan di Surabaya sampai tanggal 10 Nopember mendatang. Pagi ini meskipun waktu masih menunjukkan kurang dari pukul 09.00wib tetapi pancaran sinar matahari sudah terasa menyengat kulit. Pukul 09.00wib tepat satu-persatu kendaraan dari peserta kongres ini, yang  berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand , Myanmar, Brunai Darussalam, Vietnam, Philipina dan Timor leste mulai berdatangan.
Peserta kongres tersebut terbagi dalam 3 rombongan, rombongan pertama langsung menuju ke bank sampah yang merupakan program CSR dari PLN, rombongan ke -2 menuju ke sentra pembuatan ikan bakar dan rombongan terakhir menuju ke sentra UKM. Mereka terlihat sangan bersemangan dan antusias untuk memperoleh data serta keterangan yang di butuhkan dari masyarakat sekitar. Untuk memperlancar komunikasi dengan penduduk local setiap rombongan di damping oleh seorang alih bahasa.
Banyak sekali pertanyaan yang mereka lontarkan kepada penduduk sekitar mangrove tersebut, mulai dari apakah mereka ingin mangrove tersebut di pertahankan?, apakah yang mereka dapatkan dari hutan mangrove ini?, dll. Kebanyakan dari mereka menjawab bahwa mereka sangat ingin melestarikan keberadaan hutan mangrove ini. Dengan adanya mangrove sangat memberikan hasil yang positf bagi kelangsungan hidup mereka, para nelayan sepakat bahwa tangkapan mereka sangat melimpah dengan adanya hutan mangrove ini, mereka sangat setuju dengan program pemerintah yang ingin mengembangkan hutan mangrove ini. Bagi pemilik tambak juga berharap bahwasannya meskipun pemerintah menggalakkan program hutan mangrove mereka berharap keberadaan tambak ikan mereka tidak di gusur karena merupakan mata pencaharian sehari-hari, tetapi mereka bersedia apabila di sekitar tambak ikan mereka di Tanami pohon bakau.
Di depan Bank Sampah mereka kemudian di suguhi oleh sirup mangrove, yaitu sirup yang terbuat dari buah pohon bakau. “it sweet and really fresh” begitu kata salah seorang peserta dari Vietnam. Kebanyakan para peserta dari berbagai Negara ini kagum dengan penataan mangrove di wilayah Gunung Anyar ini, akan tetapi mereka sedikit menyayangkan kalau mangrove hanya berfungsi sebagai sara penghijauan saja. Seperti yang mereka ungkapkan kepada Swaraguna bahwa mereka juga berharap bahwasanya wisata mangrove Gunung Anyar ini benar-benar menjadi tempat wisata sehingga secara langsung bias meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitar mangrove, misalkan dengan adanya wisatawan local maupun mancanegara mereka bias berjualan souvenir maupun makanan serta minuman khas mangrove.
Kedepan kita semua mengharapkan Wisata Anyar mangrove ini benar-benar terwujud menjadi salah satu tempat wisata andalan alternative bagi warga Surabaya. 
berada di produk UKM mangrove

Sirup mangrove


Tugu Selamat Datang mangrove Gunung Anyar


Segarnya Sirup mangrove
Sentra Ikan Bakar Mangrove
    
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna