Keluar Dari Zona Nyaman


Hikmanul Hakiem membuktikan bahwa pengetahuan tentang bisnis bukan faktor utama penunjang sukses. Apa rahasianya? Simak pengakuan pebisnis busana muslim dari Pamulang, Tangerang Selatan ini.

Saya keluar dari perusahaan Jepang yang membayar saya dengan gaji tinggi pada tahun 2007 dan memutuskan berbisnis sendiri. Posisi saya ketika itu adalah konsultan Teknologi dan Informasi. Menurut saya, jika saya tidak melakukan itu, kapan lagi? Jadi harus dipaksakan. Jika ingin serius di bisnis, maka tak boleh setengah-setengah.

Dengan keberanian dan tekad kuat saya pun memulai bisnis tanpa pengetahuan tentang fashion, tak memiliki keterampilan di bidang pemasaran dan promosi. Bahkan saya tidak punya kemampuan untuk sekadar menyakinkan orang lain bahwa produk yang saya jual berkualitas bagus. Karena itu saya merekrut orang-orang yang memiliki kemampuan tersebut. Dari mereka saya banyak belajar membangun bisnis.

Dari tabungan pribadi saya selama bekerja, saya merintis bisnis dengan modal 50 juta. Uang itu untuk berbelanja produk-produk busana muslim dari pasar Tanah Abang. Meski murah namun saya ternyata kesulitan memasarkan kembali produk-produk tersebut di toko. Ternyata konsumen lebih tertarik berbelanja produk-produk dari merek ternama.

Untuk mendapatkan produk-produk tersebut, saya mendatangi teman-teman dari Komunitas Tangan Di Atas. Mereka lah yang menginspirasi saya terjun ke bisnis ini. Dari mereka saya belajar sekaligus menjadi distributor produk-produk busana muslim bermerek. Hasilnya pun memuaskan. Kini setelah bisnis saya besar, para produsen busana muslim merek lain yang mencari saya.

Saya menjual produk-produk busana wanita. Pasarnya sangat besar dan jelas. Wanita mudah sekali tergiur membeli baju-baju baru. Sedangkan pria dan anak-anak biasanya memutuskan membeli busana baru pada saat-saat tertentu saja, misalnya menjelang hari raya.

Produk yang saya miliki lebih banyak dipasarkan secara online (rumahmadani.com), karena tidak memerlukan banyak tenaga kerja dan tempat. Banyak pemain di bisnis ini, sehingga saya harus memiliki nilai lebih dibanding para kompetitor. Kelebihan itu adalah komitmen dalam hal waktu, terutama dalam hal pengiriman. Saya berusaha  selalu tepat waktu dalam pengiriman barang.

Kunci sukses berbisnis online adalah kepercayaan. Ketika Anda sudah bisa meraih kepercayaan para pembeli, maka jumlah pembelian mereka akan meningkat dengan sendirinya. Saya melakukan quality control yang ketat sebelum barang tersebut dikirimkan ke pembeli. Komunikasi dengan pelanggan pun saya jaga dengan baik.

Memiliki teman atau jejaring yang bergelut di bidang yang sama juga sangat penting. Mereka bisa menjadi teman berdiskusi, pemberi nasihat, bahkan penyemangat di kala kita merasa putus asa. Jika Anda ingin memulai bisnis, temuilah orang-orang yang memiliki semangat yang sama.

Rata-rata omset saya per hari tidak kurang dari Rp20 juta. Kini penghasilan yang saya dapatkan dari bisnis ini jauh lebih tinggi dari gaji yang saya terima saat masih menjadi karyawan. (Wiko Rahardjo)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar