Mendulang Untung dari Ojek

Bagi Mario, ojek sudah menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari. Baginya, ojek adalah kendaraan kedua setelah mobil.

Tak hanya diandalkan untuk mengantarkan ia ke tempat tujuan dengan tepat waktu di saat terjebak kemacetan, ojek juga menjadi menjadi kurir pribadi yang bisa mengantarkan dokumen atau barang ke tempat yang ia inginkan.

“Saya lalu berpikir betapa menyenangkannya ketika kita bisa memiliki orang yang bisa diandalkan untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut,” kata Mario.

Awal 2012, Mario merintis Ojeku yang memiliki misi memberikan pelatihan kepada pengemudi ojek agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan, memahami dan mengerti kebutuhan pelanggan, serta yang paling penting, meningkatkan pendapatan.

Sistem yang ia jalankan dalam Ojeku adalah menyediakan jasa ojek untuk antar-jemput penumpang, barang atau dokumen melalui satu sentra layanan terpusat, yaitu call centre di kantor Ojeku.

Untuk mendukung sistem tersebut, ia merekrut beberapa ojek dengan memanfaatkan pangkalan-pangkalan ojek yang sudah tersebar. Ia lalu memberikan fasilitas jaket dan helm gratis. Ia menawarkan kemitraan dengan sistem bagi hasil.

Untuk pengemudi ojek, 65 persen, dan 35 persen untuk Mario. Pembagian tersebut diambil hanya untuk hasil sewa yang diterima melalui telepon. Jika pengemudi ojek mitra Ojeku mendapatkan sewa di luar itu, seluruh biaya sewa sepenuhnya untuk mereka.

Demi memberi pelayanan yang baik dan memuaskan, Ojeku menerapkan aturan cukup ketat untuk para pengemudi ojek yang ingin menjadi mitra Ojeku. Misalnya, mereka wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan selama satu hari sebelum mulai beroperasi, meliputi standar keselamatan di jalan raya serta tingkah laku. Para pengemudi ojek dibekali pengetahuan tata tertib lalu lintas dan pentingnya menunjukkan sikap sopan dan santun kepada konsumen.

“Kami akan menegur jika ada konsumen yang mengeluh karena pengemudi Ojeku ugal-ugalan di jalan,” kata Mario. “Karena kami percaya, pelayanan yang memuaskan dan sikap baik yang ditunjukkan akan membuat konsumen percaya.”

Uniknya lagi, selain mewajibkan pencucian helm setiap satu minggu sekali, Ojeku juga memberikan asuransi bagi pengemudi dan penyewa jasa Ojeku. “Untuk asuransi kecelakaan maupun kehilangan barang,” tutur Mario. (Wiko Rahardjo)
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar