Chasing Batik Yang Centil

Produk batik kreasi Desy kini kian beragam.
Diolah menjadi beragam produk seni apapun, pesona batik rupanya tetap menyedot rupiah. Di tangan Desyana Perwitasari, batik disulap menjadi leather case aneka gadget trendi seperti dompet ponsel dan iPad.

Sebelum ‘menemukan’ batik, Desy lebih dulu berkecimpung di dunia kerajinan eceng gondok. Sayangnya, usahanya itu hanya bertahan enam bulan karena respons pasar tidak terlalu bagus untuk produk eceng gondoknya.

“Memasarkannya sulit, tapi produknya kadung numpuk. Iseng-iseng saya bantu memasarkan tas dan dompet batik punya teman kuliah saya. Responsnya kok bagus, dari situlah saya memantabkan diri menerjuni batik,” ujar ibu dua anak ini.

Saat ini, produksi Desy kian beragam, mulai tas kerja, leather case, dompet ponsel hingga clutch (tas genggam untuk ke pesta). Menurut perempuan kelahiran Cilacap, 8 Desember 1982 ini, pemasarannya masih sebatas jejaring sosila (facebook) di akun aswangga butik, dan belum ada niatan membuka butik di mal.

Ketika itu, Agustus 2011, bermodal Rp 2 juta, dalam tempo sebulan langsung balik modal. Pembeli pertama saat itu, kenang Desy, justru berasal dari Jakarta. Dia membeli tas desainnya sendiri dan bahannya dia pilih sendiri. Harganya Rp 500.000.

"Setelah itu respons terus mengalir, kebanyakan malah dari luar Surabaya,” katanya.

Namun, Desy berujar omzetnya hingga sekarang masih kecil, dalam kisaran Rp 2,5 jutaan per bulan. Ini karena mencari tenaga penjahit yang tarifnya terjangkau juga sudah tidak mudah di Tanggulangin, Sidoarjo. Padahal, dalam prinsip bisnisnya, ia selalu punya keinginan produknya bisa dijangkau. Karenanya, tidak ada produk buatan Desy yang melebihi angka Rp 500.000.

Meskipun pengusaha tas dan aksesori batik sudah menjamur, namun Desy optimistis pasarnya masih terbuka. “Batik itu kan seni, selama kita pandai berinovasi saya yakin pasarnya masih ada,” ujarnya.

Produk Aswangga Butik tak hanya menyasar segmen wanita usia menengah, tapi juga remaja melalui corak batik yang cerah dan aneka modelnya yang centil.
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar