Pemerintah Kampanyekan ASI Bagi Anak Usia Emas

Pemenuhan gizi harus diupayakan karena usia balita adalah ‘Usia Emas’ yang sangat perlu diperhatikan

SURABAYA - Gizi buruk hingga saat masih menjadi perhatian serius pemerintah. Gizi buruk bisa terjadi pada keluarga yang tidak mampu memberikan bahan makanan yang memenuhi standar gizi anak.

Bisa juga terjadi pada anak yang menderita penyakit infeksi. Namun sebagian besar terjadi bagi keluarga yang kurang memahami tentang asupan gizi yang baik.

"Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah itu, yakni meningkatkan kampanye Air Susu Ibu (ASI) bagi anak “Usia Emas’" Ujar Sekdaprov Jatim, DR Rasiyo dalam Monitoring dan Pembinaan Penanggulangan Gizi Buruk di Surabaya, Senin (15/10)

Anak “Usia Emas” adalah bayi yang baru lahir hingga usia minimal dua tahun. “Pada saat itu asupan gizi sangat dibutuhkan bagi balita dan ibupun membutuhkan asupan makanan yang bergizi,” ujarnya, Seperti dilansir laman kominfo jatim.

Pemenuhan gizi harus diupayakan karena usia balita adalah ‘Usia Emas’ yang sangat perlu diperhatikan karena merupakan investasi yang luar biasa untuk peningkatan mutu dan kualitas hidup manusia.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan mengoptimalkan penimbangan balita, segera melakukan rujukan ke Puskesmas bila dijumpai balita gizi buruk dan melakukan pendampingan bagi balita setelah sembuh dari gizi buruk.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan untuk Pos Yandu diantaranya berupa 20 Kg beras IR 64 Premium, 300 paket yang berisi: 1 dos susu Batita Vanila 900 gram,1 dos susu Batita Madu 900 gram,1 dos susu Batita Vanila 300 gram, 1 dos susu Cerelac Soy Chic 120 gram, 1 dos susu Cerelac Mix Fruit 120 gram, 2 pak biskuit Sun Roll dan 3 pak biskuit MP-ASI serta penyerahan panggung boneka 2 set, kartu kadarzi 8000 lembar dan KMS 4000 lembar laki laki, 4000 lembar perempuan dan sejumlah bantuan lainnya.

Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar