M Nuh: Pendistribusian Guru di Indonesia Masih Jelek

Surabaya - Pendistribusian guru di Indonesia saat ini masih sangat jelek. Karena mayoritas para guru menumpuk di perkotaan. Untuk mengatasinya, Kemendikbud akan melakukan pola agar seorang guru mengajar lebih dari 1 mata pelajaran.

"Kita juga akan mengatur distribusinya. Bahkan kita juga mengaturnya dalam surat keputusan bersama lima menteri terkait untuk distribusi guru sehingga tidak terpusat di perkotaan, tapi merata di daerah maupun daerah terpencil," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh kepada wartawan dalam jumpa pers di RM Ria Galeria, Sabtu (31/12/2011).

M Nuh menjelaskan, sangat dimungkinkan para guru ini dapat didistribusikan antar kota dalam provinsi yang nantinya akan diatur oleh Kepala Dinas provinsi. "Bisa juga didistribusikan antar kota antar provinsi yang perpindahannya kita yang menangani. Tapi mereka (guru-red) juga bisa usul pindah sendiri. Dan itu sudah berlaku mulai 1 Januari 2012," jelasnya.

Selain itu mantan rektor ITS ini juga meminta kuantitas para guru dapat terjamin dan profesional dengan terus meningkatnya anggaran pendidikan setiap tahun yang tiap tahunnya meningkat Rp 40 triliun hingga Rp 60 triliun. "Gak popo gaji sampean mundak tapi sing mbejaji (Tidak apa-apa gaji anda naik. Tapi dalam mengajar yang berkualitas)," pintanya.

Untuk meningkatkan kuantitas, maka Kemendikbud akan memberlakukan peraturan baru bagi para calon-calon guru yang akan mendatang yakni akan melakukan tes khusus bagi para calon guru yang lulus SNMPTN. Tidak hanya itu, para calon guru ini juga akan digembleng secara khusus.

"Bahkan mereka saat lulus tidak boleh langsung mengajar. Tapi akan kita tempatkan dulu setahun di daerah terpencil, setelah itu diwajibkan sertifikasi dan baru boleh mengajar. Kan lowongannya kita membutuhkan guru bukan serjana pendidikan," ungkapnya.
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar