Masuk Sekolah RSBI di Surabaya Rp 0, Tapi Harga Seragam Rp 900 Ribu

SURABAYA - Masuk ke sekolah dengan status RSBI di Surabaya, calon siswa tidak dipungut biaya apa pun. Tak ada uang pangkal, uang gedung, atau sumbangan pendidikan hingga jutaan.
Bahkan tidak ada SPP setiap bulan di sekolah RSBI Surabaya alias nol rupiah. Seluruh kebutuhan operasional dicukupi oleh APBD Kota Surabaya melalui dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda). Setiap siswa berhak atas dana Bopda 242.000 per bulan per anak.
Tidak hanya itu, seluruh biaya investasi pendidikan untuk pengembangan sarana dan prasarana dicukupi oleh APBD. Kecuali biaya personal (pribadi) siswa, tidak dicukupi Pemkot Surabaya. Namun bila dari keluarga gakin, siswa RSBI dipenuhi seluruh biaya personal mulai seragam, sepatu, tas, sampai buku.
"Sebenarnya, apa yang mau dipersoalkan. Kalau dianggap diskriminatif, semua siswa dari berbagai status sosial memiliki hak yang sama masuk RSBI. Asal pintar dan lulus tes, silakan masuk RSBI. Gratis di Surabaya," kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan, kepada surya.co.id (grup Tribunnews.com), Kamis (10/1/2013).
Kalau kemudian diterima dan dikenakan biaya seragam, itu wajar. Sebab, biaya seragam yang besarannya berkisar Rp 900.000 -an setiap siswa untuk kepentingan personal siswa. Sementara biaya sumbangan pendidikan apa pun, tak ada dalam sistem penerimaan siswa baru RSBI di Surabaya.
Wajar jika selama ini, banyak kalangan di Surabaya menyatakan bahwa dihapusnya RSBI tidak ada kaitannya RSBI di Surabaya. RSBI dihapus karena tejadi komersialisasi pendidikan dan pendidikan di RSBI berbiaya tinggi. Tapi di Surabaya, tidsk demikian.
Saat ini, ada 16 sekolah RSBI negeri di Surabaya. Yakni 3 di jenjang SMP (SMPN 1, 6, dan 26). Kemudian 8 untuk jenjang SMA (SMAN 1, 2, 5, 13, 19, 20, dan 21). Sisanya ada di SMK.
Kepala SMAN 2 Surabaya Kasnoko menuturkan bahwa ada tidaknya RSBI sebenarnya tak perlu dipersoalkan di Surabaya. RSBI hanya label dan status dalam rangka percepatan kualitas pendidikan agar lebih baik.
"Program RSBI selama ini, misalnya untuk peningkatan SDM guru ya tetap jalan. Bukankah tidak ada ruginya jika dilanjutkan karena untuk peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Dan khusus biaya masuk dan dana, sekolah kami dan RSBI yang lain tak akan ada yang berani menarik biaya dari siswa," kata Kasnoko.
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar