PENYALURAN JAMKRIDA JATIM CAPAI 550 MILIAR

PT Penjaminan Kredit Daerah Jawa Timur (Jamkrida Jatim) mencatat penyaluran penjaminan kredit hingga awal September 2012 mencapai Rp 550 miliar. Direktur Utama Jamkrida Jatim, Achmad Nur Chasan mengatakan, dari jumlah tersebut mayoritas masih didominasi penjaminan kredit untuk sektor pertanian dan peternakan. 

Ia mencontohkan, untuk sektor pertanian saat ini Jamkrida Jatim fokus menjamin kredit bagi para petani tebu di Tulungagung untuk kredit pengadaan pupuk. "Sedangkan untuk sektor peternakan, kami fokus menjamin kredit pengadaan sapi perah bagi petani susu di wilayah Magetan, Banyuwangi dan Blitar. Petani ini merupakan pemasok bagi pabrik susu besar seperti Nestle, tujuan akhir kami adalah agar tidak ada impor susu seperti harapan Gubernur Jatim," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (11/9).

Ia menambahkan, Jamkrida fokus mejamin kredit bagi pengusaha skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan rata-rata nilai penjaminan Rp 20 juta per pengusaha. Saat ini ada sekitar 40 ribu pengusaha yang sudah mendapatkan penjaminan dari Jamkrida. Dari jumlah tersebut, serapan tenaga kerjanya mencapai 120 ribu orang.
Tahun 2012 ini Jamkrida Jatim menargetkan penyaluran penjaminan kredit sebesar Rp 650 miliar atau sekitar dua kali lipat dari realisasi penjaminan 2011 yang tercatat sebesar 362 miliar. Nur Chasan mengatakan pihaknya optimis bisa mencapai target tesebut mengingat terus tumbuhnya  penyaluran kredit UMKM di Jatim.
Selain menyalurkan kredit produktif, Jamkrida Jatim juga sudah bekerjasama dengan Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (Hippam) untuk penyediaan air bersih. Untuk proyek ini, Jamkrida Jatim bekerjasama dengan PT Bank UMKM Jatim (dahulu PT BPR Jatim) sebagai pemberi kredit.
"Untuk penyediaan air bersih yang saat ini sudah dilakukan salah satunya di Kabupaten Lamongan dimana kami sudah berhasil menyalurkan air bersih untuk sekitar 2.000 warga," katanya.
Bank Jatim Masih Fokus di Sektor InfrastrukturPT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) masih fokus di sektor infrastruktur melalui kredit sindikasi korporasi. Direktur Bisnis Menengah dan Korporasi Bank Jatim Joko Lesmono mengatakan, dari total kredit yang diluncurkan per semester I/2012 sebesar Rp 18,085 triliun sekitar 16,9 persen (Rp 3,056 triliun) disalurkan ke kredit menengah dan korporasi. "Proyek infrastruktur masih potensial untuk dibiayai, meskipun return-nya lama tapi jangka panjangnya menguntungkan," katanya.
Sejumlah proyek yang dibiayai melalui kredit sindikasi saat ini antara lain proyek PLN Rp 1  triliun (nilai proyek Rp 6,9 triliun), jalan tol Gempol-Pasuruan Rp 180 miliar (nilai proyek Rp 4,1  triliun).
Selain itu proyek jalan tol Gempol-Pandaan Rp 100 miliar, jalan tol Pasuruan-Probolinggo, serta beberapa proyek jalan tol di Jakarta sindikasi dengan Asbanda. "Jika 16,9 persen untuk kredit  menengah dan korporasi, sisanya 83,1 persen kredit UKM," katanya.
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar