Sekolah yang Tolak Dana BOS Tetap Wajib Terima Siswa Miskin

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa SD dan SMP di Surabaya cair, Rabu (11/1) kemarin. Surabaya mendapatkan kucuran dana sebesar Rp213,741 miliar selama kurun waktu 2012. Namun, ada 73 sekolah dari SD dan SMP swasta di Surabaya yang menolak dana dari pemerintah ini.Dengan penolakan itu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bisa menghemat dana sedikitnya Rp12.479.830.000.
‘’Jumlahnya sama dengan tahun lalu,” kata Kabid Pendidik dan Tenaga Pendidik Dindik Surabaya Yusuf Masruh.
Dari jumlah tersebut, diberikan kepada siswa SD dan SMP di Surabaya setiap tiga bulan sekali. Dari data Dinas pendidikan Surabaya terinci untuk jumlah siswa penerima BOS jenjang SDN sebanyak 180.426 orang, SD swasta sebanyak 60.864 orang.
Untuk SMPN siswa yang menerima dana sebanyak 45.690 orang dan SMP swasta sekitar 58.244 orang.Untuk jumlah dana yang dicairkan jenjang SD,jumlah BOS yang dicairkan sebesar Rp139,948 miliar. Sedangkan untuk jenjang SMP sebesar Rp 73,793 miliar.
Sementara untuk 73 sekolah yang menolak, terinci untuk SMP sekitar 17 sekolah sedangkan SD sebanyak 56 sekolah. Dari jumlah ini, penolakan dilakukan terhadap sekolah yang berada di 19 kecamatan di Surabaya. Untuk SMP, siswa yang menolak dana BOS mencapai 6.317 orang, sedangkan SD mencapai 15.676 orang. SMP mendapatkan alokasi dana sebesar Rp4.485.070.000 dan SD memperoleh alokasi dana mencapai Rp7.994.760.000. Dengan rincian tersebut, Pemkot memperoleh pengiritan sebesar Rp12.479.830.000.
“Kami bersyukur dan bangga kepada sekolah mampu itu. Kami akan mengalokasikan dana untuk sekolah yang dinilai sangat membutuhkan,” kata Plt Kepala Dinas Pendikan Surabaya,M Taswin.
Dengan penolakan tersebut sekolah masih bisa menarik biaya SPP dari siswa, untuk itu, Taswin menegaskan, sekolah yang menolak dana BOS diwajibkan tetap menerima dan membiayai siswa miskin.
“Meski mereka mampu sekolah-sekolah ini harus tetap menerima siswa dari kalangan kurang mampu, kalau tidak kami akan mempersoalkan itu,” tegasnya.
“Kita minta kerja sama masyarakat. Kalau menemukan siswa ditolak belajar, langsung laporan ke kami,” tandas Taswin.
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar