Sukarelawan PAUD di Surabaya Bakal 'Disekolahkan'

Surabaya - Keberadaan tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya sudah sangat banyak. Dari 160 kelurahan yang ada di Surabaya, rata-rata di tingkat RW sudah ada 5 PAUD. Dengan begitu, sudah wajar jika Surabaya memiliki 853 Pos PAUD Terpadu. Pertanyaannya, apakah ketersedian Bunda PAUD selaku tenaga pendidiknya sudah memenuhi kriteria? Namun perlu diketahui, PAUD ini bukan pendidikan formal.
PAUD ini hanya pendidikan dini yang bisa melatih mental atau psikologi anak serta melatih kecerdasan untuk mudah bergaul. Selain itu, tenaga Bunda PAUD adalah kader PKK di kota ini yang dengan sukarela mau meluangkan waktunya untuk memberikan pendidikan pada anak-anak usia dini.
Menurut Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Merdi Juretta Musyam Apt, di Surabaya ini tiap Pos PAUD ada enam Bunda sehingga total Bunda PAUD yang ada mencapai 5.000 lebih. PAUD di Surabaya sudah ada sejak 2006 lalu dan setiap tahunnya ada pelatihan untuk Bunda PAUD.
Sebelumnya, sekitar 2011, Surabaya memiliki akademi yang khusus untuk melatih Bunda PAUD. Namun karena sesuatu hal, akademi itu pun harus dibubarkan. Kini untuk melatih Bunda PAUD, pihak PKK tetap memberikan pelatihan berkala setiap enam bulan sekali. Bahkan setiap Pos PAUD memiliki satu Bunda yang terlatih. Namun pelatihan ini terus dilakukan. Untuk menciptakan Bunda yang terlatih, pihak PKK Kota Surabaya sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi. Bahkan Pemkot Surabaya sudah menganggarkan beasiswa untuk Bunda PAUD yang dijalin dengan Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Ada 30-40 Bunda PAUD yang mengikuti pendidikan itu setiap tahunnya.
Bahkan dengan Psikologi Unair, juga dijalin kerjasama serupa. Hanya saja kegiatan semacam kursus itu tak mengambil penuh program studi Psikologi, hanya untuk materi terkait pendidikan terhadap anak-anak usia dini saja. Seperti sistem kerja harian untuk anak dan mater-materi apa saja yang cocok diajarkan kepada anak.
“Memang untuk Bunda PAUD itu tak ada standar pendidikannya yang harus ditempuh. Bunda PAUD ini kan merupakan sukarelawan atau kader PKK. Kita hanya memberikan pelatihan-pelatihan atau kursus-kursus saja,” tandas Merdi Juretta.
Yang membanggakan, PAUD Surabaya ini sudah mendapat kepercayaan dari Bank di Malaysia. Sejak akhir 2011, setiap tahun dibantu dana Rp300 juta. Setiap tiga bulan dikeluarkan dana Rp75 juta untuk 65 Bunda PAUD mengikuti berbagai pelatihan. Yang dibantu ada 275 Bunda PAUD.
Untuk Surabaya sendiri, setelah ada bantuan dari Dinas Pendidikan dan Bappemas KB selama dua tahun ini, kesejahteraan Bunda PAUD sudah diperhatikan. Khususnya untuk uang transport Bunda PAUD. Sebelumnya, Bunda PAUD itu mendapat Rp25 ribu setiap bulannya. Namun sudah ada kenaikan menjadi Rp50 ribu per bulan.
“Kita dapat kabar, untuk APBD 2013, Bunda PAUD juga akan mendapat uang operasional sebesar Rp150 ribu. Tapi ini kan belum terlaksana, masih dalam pembahasan,” tukas Merdi Juretta.
PAUD di Surabaya ini sudah terintegrasi dengan Posyandu karena itu disebut Pos PAUD Terpadu. Bahkan PAUD Surabaya ini bisa menjadi percontohan daerah lain. Surabaya ini menyumbang PAUD terbesar bagi
Jatim. Karena istri gubernur Jatim menargetkan jumlah PAUD mencapai 10.000 pos selama dua tahun.
“Targetnya, setiap satu kelurahan ada satu PAUD. Tapi di Surabaya, tiap RW saja sudah memiliki PAUD. Ini kan luar biasa, sehingga target itu terbantu dengan jumlah PAUD di Surabaya,” tukas Merdi Juretta.
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar