Penanda Perbatasan Yang Tidak Terlihat


Tugu Perbatasan Tertutup Gerobak
Sudah kita ketahui bersama bahwasannya kecamatan Gunung Anyar –Surabaya berbatasan langsung dengan wilayah Sidoarjo. Sudah sejak lama pula antara Kota Surabaya dan Kota Sidoarjo terlibat semacam perebutan tempat.
Terminal Bungurasih sampai sekarang masih terjadi perebutan pembagian pendapatan antara 2 kota ini. Baru –baru ini DPRD Kota Sidoarjo meminta perubahan pembagian pendapatan yang awalnya mereka mendapatkan 30% dari pendapatan kotor menjadi 20% dari pendapatan bersih, tentu saja hal ini di tolak oleh DPRD Kota Surabaya karena memang seluruh operasional Terminal Bungurasih di pegang oleh Surabaya. Selain terminal Bungurasih terdapat pula bandara International Juanda, orang banyak mengira bahwa bandara tersebut milik Surabaya bahkan di banyak buku juga di sebutkan bahwa Bandara tersebut terletak di Surabaya, padahal lokasinya berada di kota Sidoarjo.
Dengan adanya berbagai polemik di atas sudah sewajarnya apabila perbatasan kota antara Surabaya dan Sidoarjo di perjelas. Baru-baru ini saja sebuah Koran nasional salah dalam menyebutkan lokasi perbatasan antara ke-2 kota ini, meskipun kemudian mereka meralatnya karena Camat Gunung Anyar melakukan keberatan.
Setelah Swaraguna melakukan pantauan secara langsung di lapangan maka terlihat beberapa permasalahan sehingga banyak orang salah dalam menentukan perbatasan antara ke-2 kota ini. Sebenarnya sudah ada tembok semacam tugu perbatasan yang di banun oleh Pemkot Surabaya hanya saja karena letaknya di pinggir jalan jadi kurang terlihat apalagi bangunan tugu tersebut kalau siang hari di bagian Kota Surabaya tertutup oleh Gerobak makanan kaki lima dan di bagian Sidoarjo tertutup oleh bangunan yang merupakan Toko kayu Kiloan yang sepertinya bangunan illegal. Sebenarnya adapula bando besar sayangnya tulisan besar yang jelas terpampang adalah “PERUMAHAN PONDOK CHANDRA INDAH” jadi ini semacam ikaln bagi perumahan yang ada di Sidoarjo ini.
Tulisan Kota Surabaya Tidak Terlihat

Untuk menghindari permasalahan yang akan timbul di kemudian hari maka Camat Gunung Anyar –kanthi budiarti telah mengajukan penanda perbatasan berupa bando, dengan tulisan yang jelas sehingga menjadi penunjuk yang pasti perbatasan antara Kota Surabaya dan Sidoarjo  (Kim Swaraguna - Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar