Masuk Sekolah Kawasan Surabaya Digratiskan

KIM Swaraguna/Surabaya - Siswa yang ingin masuk ke sekolah kawasan tidak perlu mengeluarkan uang. Semua proses pedaftaran dan tes masuk dilakukan secara gratis. Jadi, siswa mampu dan yang kurang mampu dari segi ekonomi masih tetap bisa diterima di sekolah favorit itu.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan menyatakan, siswa tidak akan ditarik sepeser pun saat masuk sekolah kawasan. ”Semua biaya ditanggung pemerintah,” jelasnya. Proses pedaftaran dan tes potensi akademik (TPA) dilaksanakan dengan anggaran yang sudah disiapkan di APBD Kota Surabaya.

Menurut dia, pihaknya tidak menyediakan anggaran khusus untuk TPA di sekolah kawasan. Anggaran itu sudah menjadi satu dengan anggaran penerimaan siswa baru (PSB) di sekolah reguler. Dalam APBD Kota Surabaya disebutkan bahwa anggaran PSB mencapai Rp 344 juta. Anggaran itu digunakan untuk berbagai kebutuhan yang terkait dengan PSB.

Tidak hanya PSB yang gratis, siswa juga tidak ditarik biaya pendidikan selama mereka belajar di sekolah tersebut. Menurut dia, biaya pendidikan ditanggung pemerintah melalui bantuan operasional pendidikan daerah (Bopda). Sebelumnya, kata dia, biaya pendidikan di eks rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) juga gratis.

Hal itu berbeda dengan daerah lain, yang mana siswa RSBI ditarik biaya cukup besar. Maka, tidak heran jika penghapusan RSBI itu dikarenakan RSBI menarik biaya mahal. ”Kasus seperti itu tidak terjadi di Surabaya. Jadi, tidak ada pengaruhnya bagi pendidikan di Surabaya,” katanya.

Karena gratis, maka siapa pun bisa masuk sekolah kawasan. Baik siswa yang mampu atau yang kurang mampu secara ekonomi. Dia menegaskan siswa yang diterima di sekolah kawasan hanyalah yang lulus TPA. Ikhsan menyatakan, tes tersebut penting, yaitu untuk mengetahui potensi akademik yang dimiliki siswa.

Mantan Kepala Bapemas KB itu menyatakan, siswa yang tidak lulus seleksi masuk sekolah kawasan tidak perlu khawatir. Mereka masih punya kesempatan masuk ke sekolah reguler. Untuk itulah, pedaftaran sekolah kawasan dilaksanakan lebih dulu dibanding sekolah reguler. Hal itu bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah kawasan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jatim Harun mengapresiasi sistem sekolah kawasan yang diterapkan di Surabaya. ”Itu bagus dan sudah tepat untuk diterapkan,” jelasnya. Melalui sekolah kawasan, kualitas pendidikan akan merata. Jadi, pendidikan yang bagus tidak hanya di tengah kota.

Siswa tidak perlu jauh-jauh untuk mencari sekolah yang bagus. Mereka cukup sekolah di sekitar tempat tinggal mereka. Mereka tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk sampai di sekolah. Jadi, bisa menghemat biaya dan tenaga. Lokasi sekolah yang jauh tentu membutuhkan biaya transportasi.

Menurutnya, daerah yang lain perlu meniru Surabaya dalam menerapkan sekolah kawasan. Surabaya layak dijadikan barometer pendidikan nasional. Dia yakin, dispendik kabupaten/kota yang lain juga bisa menerapkan konsep sekolah kawasan. (di posting oleh Yanuar Yudha)- sumber berita jatim.com
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar