Menjaga Keawetan Ban Motor Dan Ban Mobil

Ban merupakan komponen dari kendaraan yang masa pemakaiannya bisa disesuaikan. Makin sering, maka makin pendek pula masa pemakaian bannya.
Adapun usia penggunaan secara maksimal adalah 1,5 tahun untuk motor dan 4 tahun untuk mobil. Kelayakan pemakaiannya bisa dilihat dari alur dan diindikasikan dengan melihat batas tread wear indication atau TWI yang tertulis di sisi ban.

TIPS menjaga ke-awetan Ban Motor adalah :
  • Pertama, tekanan angin tidak sesuai rekomendasi. Tekanan tidak pas, bakal memengaruhi kestabilan gerak motor. Sebaiknya, tekanan diperiksa setiap tiga hari sekali.
  • Kedua, kondisi peredam  kejut. Periksa apakah di bagian ini ada kebocoran atau sudah lemah karena jika iya maka hal itu akan mengganggu keseimbangan tekanan bodi. Akibatnya, bodi motor jadi miring dan berat kendaraan bertumpu pada roda yang peredam kejutnya lemah sehingga ban tersebut cepat aus. Bagi pengguna velg jari-jari, Anda disarankan untuk menggunakan rim tape. Fungsinya, melindungi ban dalam dari tusukan jari-jari.
  • Ketiga, agar jangan terlalu sering menggunakan standar samping. Selain membuat ban sebelah kiri jadi tumpuan, perlakuan itu juga bikin peredam kejut kiri cepat rusak.
  • Keempat, jangan memarkir motor pada lokasi panas langsung. Karena material dasar ban, sinar ultraviolet yang langsung mengenai ban bisa mempercepat kekerasan ban. Akibatnya, ban jadi mudah getas.
  • Kelima, hindarkan ban dari kemungkinan terkontaminasi cairan kimia yang merusak, seperti oli dan bensin. Bila terkena, maka cepat bersihkan dengan air.

TIPS menjaga ke-awetan Ban Mobil adalah :
.      Tekanan angin
Jaga selalu tekanan angin. Ikuti petunjuk buku manual dari pabrikan ban. Tekanan angin terlalu rendah akan membuat gaya gesek semakin besar, konsumsi bahan bakar akan lebih boros, mobil cenderung timpang, dan terparah dinding ban bisa retak.
Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi bisa menyebabkan bantingan kendaraan terasa amat keras. Jika ragu terhadap tekanan angin ideal ban Anda, silakan meminta petunjuk kepada montir untuk mengetahui berapa tekanan angin ideal ban Anda.
·         Perhatikan beban kendaraan
Sebuah mobil tentu didesain sesuai dengan peruntukannya. Misalnya, jenis city car biasanya membawa 5 penumpang. Jangan sampai membawa penumpang melebihi kapasitas (city car diisi 8 penumpang, plus barang-barang) dengan jarak tempuh yang jauh.
Ban memiliki petunjuk beban maksimal. Jika sulit mencari keterangan beban tersebut, cukup ikuti petunjuk dari Agus, yakni "Pakailah mobil secara normal, itu sudah cukup."
·         Jangan remehkan hal sepele
Ketika sedang mencuci mobil, perhatikan ban secara detail. Jangan remehkan keanehan yang tampak. Misalnya ada paku yang menancap, meski tidak mengempiskan ban, tetap harus dilakukan perawatan. Jika merasa perlu pendapat yang lebih ahli terhadap keanehan yang tampak pada permukaan ban, jangan sungkan mendatangi bengkel ban.
·         Nitrogen
Ada baiknya ban diisi nitrogen karena dapat meningkatkan keawetan si karet bundar. Nitrogen lebih tahan menyusut di suhu dingin dan lebih tahan memuai di suhu panas dibanding angin biasa. Saat ini sudah marak tempat isi angin nitrogen. Saat mobil melaju, ban yang berisi nitrogen diklaim lebih stabil dibandingkan dengan angin biasa.
·         Spooring dan balancing
Agar ban tak botak sebelah, lakukanlah spooring dan balancing. Menurut Agus, semakin sering spooring dilakukan, semakin bagus dampaknya. Pengamatan Tempo, saat ini biaya yang dikeluarkan untuk spooring dan balancing lengkap berkisar Rp 80 ribu hingga Rp 155 ribu.
jika saat menyetir tiba-tiba dirasa ada keanehan terhadap kendali mobil, misalnya setir membuang ke kiri atau ke kanan, segeralah menepi. lihat ban. Jika ternyata kempes, segera datangi bengkel ban atau ganti ban jika perlu. Jika ban tidak terlalu gembos, mobil masih dapat dijalankan dalam jarak dekat dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

(diposting oleh Yanuar Yudha untuk Swaraguna)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar