Migrasi Harian Pekerja Surabaya dan Sidoarjo

Pernah melewati jembatan yang menghubungkan Pondok Chandra(Sidoarjo) dengan Gunung Anyar(Surabaya) pada jam berangkat kerja (7-8pagi)…?. Jembatan tersebut hanya bisa di lalui oleh motor, karena lebarnya yang terbatas jadi hanya bisa di lalui 2 motor dari arah yang berlawanan. Motor yang ingin menyeberangi jembatan tersebut pada saat jam berangkat dan pulang kerja jumlahnya mencapai ratusan unit. Kebanyakan motor tersebut ber-nomor polisi “W” dalam artian mereka berdomisili di Kota Sidoarjo dan sekitarnya.
Hal ini berarti menandakan banyaknya warga Sidoarjo yang bekerja di Surabaya. “mending lewat sini Mas paling macetnya cuman di sini saja, kalu sudah masuk Merr pasti lancar, daripada lewat Jl. A Yani macetnya panjang” jelas salah seorang di antara penyebrang tersebut. Saking banyaknya para penyebrang jembatan tersebut antriannya sampai memakan lebih dari separo jalan di bawah jalan tol Waru – Juanda. Akibatnya jalan yang biasanya bisa buat 3 jalur mobil menyempit hanya jadi 1 mobil saja dan efeknya laju mobil jadi melambat dan mengakibatkan kemacetan. Di seberang jalan kurang lebih 50m dari jembatan tersebut sebenarnya terdapat kantor Polisi hanya sayangnya tidak ada Petugas yang mengatur lalu-lintas di sana.
“Tambah tahun tambah banyak mas yang lewat sini, apalagi sejak di bangun Merr, untungnya sekarang sudah di beton dulunya jembatan dari kayu kalau sekarang masih dari kayu bakalan sudah roboh , lha wong yang lewat ramainya seperti ini” jelas salah seorang pedagang yang sejak 3 tahun mangkal di bibir sunga di bawah tol tersebut.
Memang tak bisa di pungkiri bahwa pembangunan jalan Merr IIC di wilayah Gunung Anyar ini sudah tak bisa di tunda lebih lama lagi. Semakin lama tertunda semakin besar potensi kemacetan yang terjadi. Hubungan ke -2 kota antara Surabaya dan Sidoarjo ini seudah semakin kental, Banyak warga kota Sidoarjo yang bekeja di Surabaya demikian juga sebaliknya jadi kebutuhan akan jalan juga harus di pikirkan juga.
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar