Walikota Surabaya Masuk Di Bursa Calon President Untuk 2014

Tri Rismaharini rupanya masuk di bursa calon president untuk 2014. Walikota Surabaya ini menduduki peringkat kedua setelah Gubenur Jakarta-Jokowi. Survei dilakukan dalam rangka memberikan menu tambahan referensi alternatif kepada publik dan partai politik dalam proses penjajakan kandidat Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Survei ini dilaksanakan selama Januari-April 2013, melalui serangkaian metode dan melibatkan opinian leaders seperti para akademisi, pakar daerah, politisi senior, tokoh pemuda atau mahasiswa, jurnalis atau tokoh media, pimpinan LSM, tokoh budaya, dan konsultan politik.

"Kita menilai dari 10 aspek, integritas, intelektualitas, visioner, leadership, pengalaman prestatif, keberaniaan, komunikasi publik, aspiratif dan responsif, penerimaan publik, dan penerimaan partai," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda di Jakarta, Minggu

Dari 100 nama yang pernah memimpin daerah, diseleksi melalui sepuluh aspek yang ada, Gubernur, Bupati, dan Walikota. Metode yang dipakai melalui wawancara langsung atau melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 100 juri.

Hasilnya dari total skor sepuluh aspek yang dinilai oleh para juri, total skor 10 figur terbaik Jokowi paling tertinggi dengan 82,54 persen.

"Di posisi kedua Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) dengan 76,33 persen, ketiga Fadel Muhammad (mantan Gubernur Gorontalo) dengan 70,38 persen, keempat Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan) 70,31 persen, kelima Isran Noor (Bupati Kutai Timur) 70,14 persen, Keenam Gamawan Fauzi (Gubernur Sumatra Selatan) 70,00 persen," imbuh Hanta.
Risma sendiri hanya tertawa kecil dan mengerutkan dahi ketika mendengar namanya masuk dalam sepuluh bursa calon presiden alternatif seperti yang dirilis Pol-Tracking Institute dari hasil survei opinion makers dan experts dengan tema "Mencari Kandidat Alternatif 2014: 10 Figur potensial dari daerah itu.

"Apa tidak ada lainnya yang disurvei? kok saya yang masuk? kurang kerjaan saja," ujar wali kota perempuan Surabaya pertama tersebut.

Dalam beberapa kali kesempatan, Tri Rismaharini memang tidak tertarik berbicara calon presiden. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir namanya juga masuk dalam kandidat calon gubernur Jawa Timur.

"Saya ini tidak punya mimpi jadi wali kota, apalagi presiden. Dulu saya tidak minta jadi wali kota, tapi karena masyarakat Surabaya memberi kepercayaan, saya menjalankannya karena ini amanah dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT," kata mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan tersebut.

Selama memimpin "Kota Pahlawan", tidak sedikit penghargaan yang disabetnya. Tidak hanya dari bidang lingkungan, apresiasi juga datang dari bidang transportasi, pemerintahan, ekonomi, dan sebagainya.

Wanita yang akrab disapa Risma tersebut merupakan wali kota Surabaya ke-23 dan menjabat hingga 2015. Majunya Risma sebagai wali kota ketika itu diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Risma dipilih karena terkenal sebagai sosok wanita tegas dan tak kenal kompromi dalam menjalankan tugasnya. Bahkan selain menjadi nominator kuat di bursa president 2014 walikota Surabaya ini  menurut kabar yang beredar di lingkungan Pemkot Surabaya telah di minta secara khusus oleh Bank Dunia untuk meimpin salah sati divisinya.

 (ditulis dan di posting oleh Yanuar Yudha untuk Swaraguna-di olah dari berbagai sumber)


Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

1 comments: