Bahan Bakar Alternatif Minyak Jelantah

KIM Swaraguna/Surabaya -  Penggunaan bahan bakar alternatif bisa menjadi pilihan saat ini, ketika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bakal segera naik. Salah satu bahan bakar alternatif yang bisa menjadi pilihan adalah minyak jelantah.

Dia menjelaskan, minyak jelantah sangat berbahaya jika digunakan dan dikonsumsi kembali. Sebab, minyak jelantah merupakan minyak goreng yang telah dipergunakan berulang kali, untuk mengoreng bahan pangan seperti, ikan, tahu, tempe dan sebagainya dengan menggunakan suhu yang tinggi.

Akibat penggunaaan suhu tinggi ini, secara kimia terjadi pemutusan ikatan rangkap pada asam lemak tak jenuh, sehingga asam lemak jenuh ini mudah ter oksidasi. Asam lemak jenuh sangat beresiko menimbulkan kolestrol darah, jantung dan pembuluh (stroke dan penyakit jantung koroner) dan juga dapat menyebabkan penyakit kanker.

Dia menilai, walaupun minyak jelantah berbahaya bagi kesehatan, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif, sehingga minyak jelantah tidak hanya menjadi limbah dan dibuang. Bukan hanya bahaya untuk dikonsumsi, tetapi juga, jika minyak jelantah dibuang ke tanah dapat merusak struktur tanah yang ada, sehingga malah akan menimbulkan masalah yang lebih buruk lagi.

Bahkan sekarang di galakkan pemanfaatan minyak jelantah ini sebahai bahan bakar bio diesel maupun pemanfaatan sebagai pengganti kompor gas di rumah tangga. Saat ini di Bogor sudah ada beberapa bus Trans Pakuan yang di uji coba menggunakan bahan bakar dari minyak jelantah ini.

Selain menjadi bahan bakar bio diesel pemanfaatan minyak jelantah sebagai pengganti LPG sudah dikembagkan dan beberapa kali di ujicobakan ke masyarakat. Ketika di coba terbukti bahan bakar minyak jelantah yang di aplikasikan ke kompor khusus bisa lebih hemat 2x lipat dari pada LPG. Selain itu pembakarannya bersih dan di jamin lebih aman dari tabung LPG. Berdasarkan pengamatan, harga untuk kompor khusus minyak jelantah ini di pasarkan dengan harga Rp. 250.000 – Rp. 400.000. (ditulis dan di upload oleh Yanuar Yudha, diolah dari berbagai sumber)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar