hadiah unik bawa rejeki


Sulitnya mencari hadiah istimewa untuk teman yang baru melahirkan mendorong Patricia Loford untuk merintis bisnis. Seperti apa bisnisnya dan bagaimana usahanya menjalani usaha tersebut?
 Sejak kecil, Patricia Loford sudah terampil membuat berbagai kerajinan tangan. Saat di bangku sekolah salah satu kreasi yang paling sering dibuatnya adalah kartu ucapan. “Setiap ada teman yang berulang tahun,saya selalu memberikan kartu ucapan buatan saya sendiri,” ujar Patricia, demikian ia biasa disapa.
 Meski sudah bertekad akan serius menjalani bisnis ini, Patricia tidak serta merta punya perencanaan matang. Ia mengaku tidak memiliki strategi promosi. “Pesanan awal hanya dari teman-teman. Tidak ada promosi khusus. Paling-paling lewat BlackBerry,” papar wanita yang kini sudah melakukan promosi dan pemasaran lewat Facebook dan situs.
 Desain eksklusif dengan warna-warna cerah dan pastel yang lembut menjadi ciri khas papan kayu Loford Design. Motif-motif lukisan yang ditorehkan Patricia pada kreasinya juga jadi aksen menggemaskan.  Ada motif bunga, hewan, penari balet, putri, atau motif karakter animasi yang sudah popular, seperti Angry Bird, Kungfu Panda dan sebagainya. Kreasi papan nama ini kebanyakan dibuat sebagai hiasan pintu, tempat tidur, atau  kamar.  Namun, ada juga yang memesan papan nama ini untuk hiasan di pesta pernikahan bahkan untuk nama sebuah toko.
 Menurut  Patricia, kreasi papan nama ini sifatnya sangat pribadi, karena dibuat sesuai dengan karakter nama yang diminta pemesan, begitupun dengan desainnya.  Konsumen, bisa memesan papan nama sesuai keinginannya atau sesuai dengan karakter si penerima hadiah tersebut.“ Hadiah yang diperuntukkan bagi anak-anak kebanyakan berdifat sementara, seperti baju dan mainan.
 Sementara papan nama sifatnya tahan lama dan bisa dikenang bagi anak  tersebut.  Apalagi jika dibuat sesuai dengan karakter  sang anak.  Pasti membuat anak tersebut terkesan sampai ia dewasa,” ujar Patricia berpromosi.
 Menurut Patricia, masih belum banyak kreasi papan nama dengan konsep customized yang dijual di pasaran.  Kebanyakan papan nama kayu yang dijual sudah bersifat ready stok dengan warna –warna yang menonton.  Peluang inilah yang turut menyemangati Patricia dalam menjalankan usaha pembuatan papan nama kayu ini. Dalam menjalankan usaha pembuatan papan nama ini, Patricia membagi waktunya dengan pekerjaan di kantor. Siang hari ia menjalani aktivitas di kantor, sementara sepulang dari kantor Patricia melanjutkan pekerjaannya mengecat dan  melukis papan nama pesanan konsumen.
 Proses produksi memang masih sepenuhnya ditangani oleh Patricia, karena semua lukisan pada papan nama masih dilukisnya sendiri. Sementara untuk ukiran huruf-huruf kayu Patricia memesan pada pengrajin kayu langganannya. Kayu yang digunakan untuk papan nama ini adalah jenis kayu MDF (Medium Density Board). Pemilihan jenis kayu ini diajurkan oleh sang pengrajin kayu langganannya.

Kayu jenis MDF memiliki tekstur sangat halus pada permukaannya dan ikatan-ikatan antar materialnya sangat kuat, sehingga awet dan tahan lama. Kayu jenis ini banyak digunakan sebagai furnitur di perkantoran.
 Setelah ukiran huruf di buat oleh pengrajin kayu , proses selanjutnya adalah pengecatan. Untuk tahap ini Patricia dibantu oleh beberapa pekerja di rumahnya.  Setelah huruf-huruf dicat merata, barulah Patricia menggambar pola pada huruf tersebut. Pola tersebut lalu dilukis menjadi motif-motif yang di sesuaikan dengan permintaan kliennya.   Untuk melukis motif pada papan huruf, biasanya Patricia hanya membutuhkan waktu satu jam.
 Namun jika motif yang di minta kliennya cukup rumit, tentu harus memakan waktu lebih lama dalam proses melukis motif ini. “Misalnya  saya pernah diminta melukis karakter Kung Fu Panda.  Otomatis saya harus mempelajari dulu detail karakter tersebut agar mirip saat dilukis. Untuk permintaan-permintaan yang cukup rumit ini ada biaya tambahan karena ada waktu lebih yang dikeluarkan untuk memproduksinya,” jelas wanita yang juga hobi membaca ini.
 Dengan jargon produk “made with love” atau yang diartikan dibuat dengan kasih sayang , maka sebagai produsen  Patricia ingin produknya tidak hanya  berkualtas dan eksklusif, namun juga ingin terkesan istimewa  saat diterima konsumennya. Salah satu cara yang dilakukan Patricia adalah dengan membuangkus produk dengan cara spesial. Ia menggunakan kertas daur ulang yang dililit pita cantik .
 “Saat barang dikirim, seolah-olah konsumen merasakan menerima hadiah,” ujar Patricia tersenyum. Selain itu, Patricia juga mengusung konsep ramah lingkungan pada produk Loford Design. Tak pelak bberbagai material pada produk Loford Design berasal dari material ramah lingkungan.  Mulai dari penggunaan kayu MDF sebagai jenis kayu daur ulang, penggunaan cat anti toksi, dan kertas pembungkus daur ulang.
 Untuk produk yang dibuat personal, tentu Patricia harus menghindari  kesalahan dalam melukis. Jika itu terjadi, maka  ia sendiri pun harus menanggung risiko. Oleh karenanya, jika ada pemesanan produk , Patricia dan calon konsumennya harus berdiskusi. Mulai dari pola gambar , jenis huruf sampai motif lukisan yang diminta.  Untuk harga yang diberikan tentgu bervariasi, tergantung dari desain papan nama tersebut. Untuk papan nama dengan desain yang polos alias tidak bemotif Patricia memberi harga mulai dari Rp18ribu per huruf . Untuk papan nama bermotif atau yang dilukis harganya mencapai Rp30 ribu per hurufnya.
 Saat ini rata-rata Patricia mengerjakan 40—45 pesanan rangkaian papan nama. Padahal saat usaha ini dimulai pada awal tahun 2012 lalu, ia hanya mengerjakan  order 20 set papan nama sebulannya.  Ia tidak menyangka, kreasinya semakin hari makin diminati banyak orang, terutama para orangtua. Inovasi selanjutnya yang akan dilakukan Patricia adalah membuat bingkai foto dengan dari papan nama kayu kreasinya. “Inovasi usaha saya akan tetap  bersentuhan dengan anak-anak. Banyak orang yang bilang bahwa setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak mereka. Prinsip ini tentu menjadi prospek  bagi usaha saya ke depannya,” ujar Patricia dengan semangat.
Wanita yang menjadi finalis di ajang Sekar Womenpreneur Awards 2012 ini mengaku sudah hobi melukis dan mendesain sejak lama. Tapi, ia tidak pernah berencana akan membangun usaha dari kegiatan yang sangat disukainya tersebut. Sepulang menempuh pendidikan di Shih Shin University, Taiwan, Patricia langsung disibukkan dengan pekerjaannya di sebuah stasiun televisi.
 Yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan. Aktivitas yang semula hanya dilakukan iseng-iseng untuk kesenangan pribadi malah menjadi ‘modal’ besar dalam bisnis papan nama yang dirintisnya. Ide usaha muncul saat Patricia mengalami kesulitan mencari hadiah bagi teman-temannya yang baru melahirkan. “Banyak teman yang sudah menikah dan kemudian punya anak. Saya sering kebingungan saat harus memberi hadiah. Inginnya hadiah yang tidak biasa dan bisa dikenal terus,” papar Patricia saat ditemui Sekar beberapa waktu lalu.
 Suati hari seorang teman dekatnya melahirkan putra pertama.  Patricia mencari-cari ide hadiah lewat internet. Dari beberapa situs luar negeri, ia terinspirasi untuk memberi hadiah berupa kreasi papan kayu. Kemudian Patricia mendatangi pengrajin kayu yang pernah dijumpainya. Pada  pengrajin kayu tersebut, ia minta dibuatkan papan kayu yang dibentuk rangkaian huruf-huruf. Rangkaian huruf dari kayu tersebut kemudian dirangkainya menjadi sebuah nama, sesuai nama bayi temannya. Tidak puas hanya itu, di rumah ia menambahkan sendiri hiasan dengan lukisan tangannya. 
 Sang teman sangat menyukai hadiah unik pemberian Patricia. Apalagi hadiah tersebut berbeda dari pemberian teman-teman lainnya. Karena senangnya, teman Patricia memajang papan kayu tersebut sebagai  foto profil pada BlackBerrynya. Dari foto itulah, banyak  orang yang bertanya-tanya  bagaimana mendapatkan atau membeli papan nama buatan Patricia.
 Tak disangka, banyak orang yang kemudian memesan kreasi wanita yang kini menjabat sebagai Kepala Divisi Program Talkshow di DAAI TV tersebut. Kebanyakan pemesan ingin dibuatkan papan nama dengan nama anak-anak mereka. Karena hobi dan menikmati proses pembuatan papan nama ini, Patricia pun memantapkan langkah untuk membisniskan kreasinya yang diberi label Loford Design itu.

Kunci Sukses Patrcia Loford:
Jalani l usaha sesuai dengan minat dan hobi.
Selalu l memberi kepuaskan pada konsumen.
Jangan l puas pada apa yang sudah dikerjakan. Terus belajar dan berusaha. (diposting oleh Yanuar Yudha)



Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar