Mobil Pelayanan Perijinan Keliling

KIM Swaraguna - Surabaya/ Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya seakan tak pernah bosan menelurkan beragam inovasi dalam pengurusan perizinan. Pasca memperkenalkan sistem Surabaya Single Window (SSW) yang bisa diakses via online beberapa waktu lalu, sekarang, pemkot melaunching mobil pelayanan perijinan keliling di balai kota.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menjelaskan konsep dasar operasional mobil pelayanan keliling ini adalah untuk lebih mendekatkan pengurusan perizinan kepada pemohon. Saat ini, Surabaya memang sudah menyediakan wadah demi kemudahan para pemohon perizinan. Seperti halnya SSW dan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA).
Kendati demikian, tampaknya tidak semua lapisan masyarakat Surabaya melek teknologi. Sehingga, mereka yang kurang menguasai teknologi atau tidak memiliki perangkat komputer akan sedikit kesulitan memanfaatkan SSW. Sedangkan UPTSA hanya ada satu di Surabaya Timur. Dari faktor lokasi, tentu itu cukup jauh bagi warga yang berasal dari wilayah barat.
“Nah, mobil keliling ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi hambatan-hambatan tersebut. Selain dilayani dalam pengurusan perizinan, warga yang kesulitan akan dipandu oleh petugas,” papar Agus.
Waktu pelayanan pun terbilang sangat singkat. Rata-rata hanya butuh sepuluh menit, itu dengan catatan warga yang gagap teknologi (gaptek) dipandu terlebih dahulu. Kalau mereka yang sudah paham teknologi informasi (TI) akan lebih cepat prosesnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, mobil itu akan berkeliling di seluruh kecamatan setiap minggunya. Waktu operasionalnya mulai Senin hingga Kamis mulai pukul 09.00-14.00. Untuk minggu ini, mobil pelayanan perizinan keliling akan singgah di Kecamatan Gunung Anyar dan Wonokromo. Selanjutnya, akan berpindah-pindah di kecamatan-kecamatan lain dengan terlebih dahulu mensosialisasikan kepada warga melalui camat, lurah, RW dan RT setempat.
“Jika ada berkas yang ketinggalan, pemohon bisa mengambilnya di rumah karena posisinya tidak terlalu jauh. Di samping itu, pengeluaran pemohon untuk transportasi bisa diminimalkan lantaran dekat dengan rumah. Itu keunggulan pelayanan ini,” terangnya.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini tak menampik bahwa instansinya memang sering memanfaatkan mobil bekas yang telah dibenahi. Tujuannya, jelas untuk efisiensi serta meminimalkan biaya pengeluaran. Dengan demikian, pemkot tidak perlu membeli mobil baru karena hanya mengganti beberapa komponen saja.
Dia berharap, mobil pelayanan perizinan keliling bisa memberikan banyak manfaat bagi warga. Utamanya bagi pemohon yang membutuhkan penjelasan detail soal perizinan yang hendak diajukan. “Semoga ini (mobil perizinan keliling) bisa dimanfaatkan warga Surabaya,” pungkasnya. (di upload oleh Yanuar Yudha, di olah dari berbagai sumber)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar