sukses Lewat pemasaran online


Lewat  strategi pemasaran online,  Ayu Kusumayanti menjadikan produk beras  organik diminati banyak orang, bahkan sampai ke seluruh pelosok Indonesia.
 Ayu Kusumayanti, atau yang disapa Ayu, pernah merasakan menjadi pegawai kantoran selama 5 tahun di sebuah perusahaan perkapalan milik swasta. Bingung menghadapi urusan asisten rumah tangga yang tak pernah bertahan lama, Ayu akhirnya memutuskan keluar kerja, dan fokus mengurusi keluarga.
 “Kasihan juga melihat putri saya yang sedang butuh perhatian. Akhirnya saya rela meninggalkan karier, demi keluarga,” cerita Ayu yang ditemui di kediamannya di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.  Sampai saat ini Ayu konsisten dengan pilihannya, mengurus sendiri  pekerjaan rumah dan keluarga tanpa asisten rumah tangga. “Pusing juga kalau harus gonta-ganti asisten rumah tangga. Mending semua saya kerjakan sendiri,” ucap Ayu.
 Meski sudah tak berkantor di luar rumah, Ayu tetap berusaha mencari pendapatan sampingan, dan ia pun merintis bisnis berjualan produk bayi secara online. “Sistem penjualan online kini lebih banyak dilirik konsumen, karena praktis dan harga lebih murah.  Seperti pengalaman pribadi saya saat bekerja. Saat itu saya keranjingan belanja online, karena lebih praktis, tak perlu pergi ke mal,” papar wanita kelahiran Jakarta 16 Juli 1981 ini.
 Ayu dan sang suami mengajak seorang teman yang memiliki usaha budidaya bibit padi untuk dijadikan beras organik serta membina para pertani beras  di berbagai daerah  seperti  Cianjur, Karawang, Sukabumi. Ayu menawarkan diri memasarkan produk beras organik dengan label O Rice milik temannya tersebut.
 Produk beras yang dijualnya sudah bersertifikat Suconfindo, dan diyakininya berkualitas prima. “Saat itu beras organik dengan label O Rice sudah memiliki berberapa agen. Karena saya berniat ingin ikut memasarkan, saya pun harus memiliki sistem pemasaran yang berbeda dari agen yang sudah ada,” ujar ibu dari Kayla Almyra Faezal ini.
 Dengan keahlian IT dari sang suami, Ayu memutuskan untuk fokus memasarkan beras organik ini dengan sistem pemasaran online. “Suami saya yang membuat konsep untuk media online. Dengan sistem online saya tidak perlu keluar modal besar, dan tetap bisa mengendalikan usaha lewat laptop dan BlackBerry di rumah,” ujar wanita lulusan  Teknik Lingkungan , Universitas Trisakti ini.
 Ide untuk pemasaran online ini, lantas membuat Ayu mendapat kepercayaan dari produsen O Rice sebagai mitra yang mendapat hak pemasaran produk beras O Rice. Kepercayaan ini membuat Ayu semakin semangat untuk merintis usaha dari rumah.  Melalui kepiawaian  Faezal merancang situs, akhirnya usaha memasarkan beras orgaik ini mulai berjalan dengan nama Berasmerah.com .
 Kendati sudah memilki situs sendiri, namun Ayu tidak serta-merta dapat mendatangkan konsumen. Ia sadar bahwa proses promosi tetap pelu dilakukan baik itu melalui mulut ke mulut maupun lewat media sosial.

Ayu juga menawarkan lagsung produk beras organiknya pada tetangga –tetangga sekitar rumahnya, dan para orang tua murid di tempat anaknya bersekolah. “Setiap bepergian saya selalu membawa contoh beras di dalam tas dan di mobil.  Saya pun harus membekali diri mengenai pengetahuan terhadap beras organik, terutama mengenai manfaatnya bagi kesehatan,” jelas Ayu.
 Sang suami juga membantunya dalam membuat media promosi seperti  brosur. “Setiap lari pagi, saya dan suami selalu membawa brosur untuk disebarkan ke rumah-rumah,” kenang Ayu.  Upaya ini tidak sia-sia. Satu persatu ada saja telepon berdering  untuk meminta diantarkan beras organik yang di pasarkan  Ayu.
 “Setiap ada pesanan yang tidak jauh dari rumah, saya sendiri yang mengantarkannya. Cukup berat juga membawa beras yang ukurannya bisa 2-5 kilogram, apalagi dengan sepeda. Namun semua itu bukan hambatan,” cerita Ayu, yang sampai sekarang masih sering mengantar beras-beras tersebut jika pesanan tidak jauh dari kediamannya. “Pokoknya tidak usah gengsi kalau mau memulai bisnis,” ujarnya tertawa.
 Media sosial pun digarap sebagai lahan berbisnis. Selain Facebook, Ayu membuka akun Twitter dengan nama akun @healthyrice. Ayu sadar jika sudah merambah media sosial maka ia harus selalu eksis dalam meng-update informasi , agar usahanya bisa selalu dikenal atau diingat oleh orang-orang yang mampir di dunia maya. Tak pelak Ayu dibantu oleh suaminya selalu menyapa ataupun memberikan informasi seputar pentingnya mengkonsumsi beras organik di akun Twitter.
 Promosi lewat Twitter ini rupanya sangat berpengaruh bagi usaha yang dirintis Ayu. Sejak “bermain” di media sosial ini, permintaan jadi bertambah. “Rupanya banyak orang yang masih awam dengan beras organik dan manfaatnya. Melalui akun Twitter, saya selalu berbagi informasi dan tips cara mengolah dan memasak beras organik. Rupanya banyak juga pengunjung Twitter yang tertarik dan pesan kepada saya,” ujar Ayu.
 Sebelum melancarkan promosi lewat Twitter, Ayu mengaku sehari ia cuma mendapat pesanan satu atau dua bungkus beras. Namun sejak  gencar berpromosi lewat akun Twitter, permintaan pun semakin bertambah. Bahkan dari luar pulau Jawa, seperti Sumatra dan Kalimantan.
 Semakin banyaknya permintaan meyakinkan Ayu untuk menyewa kios untuk memajang produk jualannya. “Kios ini saya jadikan bentuk promosi offline, untuk meyakinkan konsumen jika ingin melihat langsung  produk-produk beras yang dijual Ayu. Pasalnya sampai saat ini, promosi melalui online masih menjadi cara yang ampuh untuk mendapatkan pesanan.”
Tak puas dengan hasil bisnis tersebut, istri dari Mochammad Fajar Faezal ini, lantas berkonsultasi pada sang suami yang bekerja di bidang IT. Melalui pembicaraan dengan suaminya, maka tercetuslah ide untuk memasarkan beras organik.


Karena banyak permintaan dari luar kota. Ayu akhirnya memutuskan untuk  mencari mitra dengan sistem keagenan agar produk berasnya bisa menjangkau seluruh daerah. “Ada juga yang tadinya konsumen loyal produk kami yang ingin jadi agen setelah merasakan khasiat beras organik,” cerita Ayu .
 Wanita yang hobi  membaca dan menyanyi ini juga heran, justru daerah di kawasan Sumatra dan Kalimantan yang banyak menjadi peminta beras organik, terutama  jenis beras merah. “Banyak yang bilang sulit mendapatkan beras merah organik dengan kualita prima di sana. Mereka bilang beras hasil panen di pulau Jawa tekstur dan rasanya lebih baik.”   Dari fenomena ini Ayu menyimpulkan bahwa pangsa pasar beras organik justru  sangat berpeluang di daerah luar pulau Jawa. Hal ini juga dibuktikan dari banyaknya permintaan dari Sumatra dan Kalimantan.
 Namun  sayangnya untuk usaha pemasaran beras ini, Ayu masih kesulitan mendapatkan ekspedisi dengan harga terjangkau. Maklum saja, jika sekali pengiriman beras bisa 100 kg, maka jika kurir menetapkan ongkos kirim dengan harga per  kilo beras, tentu harga beras milik Ayu menjadi sangat mahal.
 “Ada beberapa konsumen dari luar kota yang tidak keberatan dengan biaya ongkos kirim. Jika memesan dengan jumlah sedikit, maka ongkos kirim tentu akan lebih mahal karena  tidak melalui ekpedisi, melainkan jasa kurir yang dihitung perkilo,” papar Ayu. Padahal, jika dibandingkan dengan produk beras organik lainnya, harga beras O Rice ini bisa setengah harga jauh lebih murah. “Karena kami mendapatkan produk ini langsung dari petaninya.”
 Untuk sitem keagenan , Ayu menemukan kerjasama yang sangat fleksibel. Cukup dengan biaya Rp 1 Juta, agen akan mendapatkan 10 kemasan beras organik dengan berbagai jenis, banner  serta brosur untuk promosi. Alamat sang agen juga akan dipromosikan  melalui situs dan akun Twitter milik Berasmerah.com. Kini baru beberapa bulan berjalan Ayu sudah memiliki lebih dari 10 agen yang tersebar di pulau Jawa  dan Sumatra.
 Untuk produk beras yang dipasarkannya, Ayu memiliki berbagai varian beras organik dengan berbagai manfaat kesehatan dan variasi harga, seperti:
  • Pandan Wangi - Rp 73.000/5kg
    Butir-butir beras berbentuk bulat-panjang. Bila dicium baunya terasa wangi, seperti bau pandan. Saat dimasak dan setelah menjadi nasi aroma tidak pudar, nasi pulen.
  • Batang Lembang (Beras Jepang) - Rp 73.000/5kg
    Butir-butir beras panjang, warna beras putih jernih. Nasi super pulen jika dibanding dengan varietas yang lain.
  • Mentik Wangi Susu - Rp 78.000/5kg
    Butir-butir beras pipih-kecil, warna beras putih susu (seperti ketan), aroma beras wangi. Nasi pulen dan wangi.
  • Beras Merah - Rp 78.000/5kg dan Rp 40.000/2kg
    Beras kupas kulit,warna merah pada beras tidak terkelupas sehingga masih banyak vitamin yang terkandung dalam setiap butiran beras merah. Beras merah kaya serat ini jika dimasak membutuhkan trik khusus untuk menghindari nasi yang keras/pera, yaitu dengan direndam terlebih dahulu kira-kira 15-30menit sebelum dimasak.
  • Beras Hitam - Rp 113.000/5kg dan Rp 55.000/2kg
    Selain sebagai bahan pangan beras hitam juga berfungsi sebagai obat karena memiliki kadar vitamin, mikroelemen dan asam amino lebih tinggi daripada beras biasa. mengandung antosianin yang berfungsi sebagai anti kanker dan anti aging, Nasi berwarna hitam keunguan.

Kini setiap hari Ayu bisa menjual lebih dari 20 kg beras.  Dari 10 ton yang dipanen produsen beras,  sebagai pemasar, Ayu bisa menjual 20 persen dari hasil panen. “ Saat ini banyak orang yang mulai sadar manfaat makanan yang dimakannya. Usaha ini saya jamin sangat menjanjikan, asalkan kita bisa terus berinovasi dan eksis dalam memasarkannya,” ujar Ayu menutup percakapan. (diposting oleh Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar