Surabaya Raih Penghargaan FutureGov


KIM Swaraguna/Surabaya -  Seluruh SKPD di lingkungan Pemkot Surabaya sudah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pelayanan publik. Hal ini merupakan salah satu bagian dari gerakan modernisasi pemerintahan dan reformasi birokrasi.
Karena itu tak salah jika pemkot selaku pihak yang pertama menerapkan e-Procurement terus berinovasi meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Atas dasar itulah, Surabaya dinobatkan sebagai kota masa depan versi majalah FutureGov.
Penghargaan FutureGov diserahkan Managing Director FutureGov James Smith, kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (15/5/2013) malam. Selain Surabaya, FutureGov juga memberikan penghargaan kepada 13 instansi pemerintahan pemenang kategori lainnya. Keseluruhan, ada 14 pemenang yang terdiri atas pemerintah kota, provinsi, kementerian, lembaga pengawasan, kepolisian, dan universitas.
James mengatakan, FutureGov merupakan majalah berbasis di Singapura yang fokus dalam bidang pemanfaatan TIK oleh pemerintahan di negara-negara ASEAN. Meski begitu, dia menambahkan, FutureGov bukan bertujuan mengambil keuntungan dengan menjual produk teknologi. “Kami tidak menjual apa pun. Kami murni media yang fokus pada modernisasi pemerintahan di ASEAN,” paparnya.
Terkait keberhasilan Surabaya, James menyatakan, ibukota Jatim memang layak dinobatkan sebagai kota masa depan. Pasalnya, Surabaya dinilai konsisten dalam pengembangan serta pemanfaatan TIK untuk menunjang kinerja pemerintahan. “Apalagi, saat ini e-Procurement telah menunjang sistem lelang nasional. Tentu hal itu perlu diapresiasi,” kata James yang juga ketua panel juri FutureGov Award 2013.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, memandang penghargaan ini sebagai suntikan motivasi bagi instansi yang dipimpinnya agar bisa lebih baik. “Penghargaan bukanlah yang utama, yang terpenting adalah bagaimana pelayanan masyarakat dapat berjalan maksimal,” ujar wali kota usai menerima penghargaan.
Inovasi di bidang TIK yang mulai disiapkan Surabaya adalah program e-Health. Dengan program tersebut, masyarakat tak perlu membawa kartu berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Sebab, cukup dengan sidik jari saja, rekam kesehatan pasien sudah bisa diketahui. Sistem itu nantinya akan terintegrasi di seluruh puskesmas maupun rumah sakit se-Surabaya.
Tak hanya itu, Diskominfo juga berancang-ancang menerapkan perizinan online untuk pengurusan makam. Jika ada warga yang meninggal dunia, pihak keluarga dapat mendaftar ke tempat pemakaman yang dikehendaki secara online. (sumber : www.centroone.com)

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar