Lahan di gugat, smpn gunung anyar urung di bangun

KIM Swaraguna/Gunung Anyar - Kabar tidak mengenakkan bagi warga Gunung Anyar terdengar dari Pemkot Surabaya yaitu tertundanya pembangunan SMPN di wilayah ini. Hal ini tentunya bakal menunda keinginan dari lulusan Sekolah Dasar di Kecamatan Gunung Anyar ini untuk bersekolah di wilayahnya sendiri. Terdekat mereka harus menyebrang ke Kecamatan Rungkut apabila ingin bersekolah negeri yaitu di SMPN 23 dan SMPN 35.
Tertundanya pembangunan ini sangat disayangkan oleh banyak pihak, karena sekolah ini adalah SMP Negeri pertama yg berdiri di Kecamatan Gunung Anyar. Pemkot sendiripun sudah meng-anggarkan dana sebesar 3Milyar untuk mewujudkan keinginan warga dari Gunung Anyar tersebut.
Menurut info dari Pemkot Surabaya tertundanya pembangunan ini di karenakan kepemilikan  lahan seluas 180 hektar yang akan di bangun gedung SMPN ini di gugat oleh orang yang mengaku memiliki lahan tersebut.  Sebelum di beri patok dan pagar keliling sebelumnya lahan tersebut adalah lahan milik  Yayasan Persatuan Bekas Gerilya dan Angkatan Perang Republik Indonesia (PB Gedapri) yang  menaungi para veteran yaitu Gedapri. Menurut versi pemkot lahan tersebut adalah Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) yang merupakan asset pemkot. Sedangkan menurut Gedapri lahan tersebut memiliki lahan tersebut melalui hibah dari  Bupati Surabaya pada 1952, Rng Bambang Soeparto kepada Boedi Tjokrodjojo. Pengakuan  tanah Gedapri itu juga sudah dibuktikan dengan surat dari Surat Hibah Bupati Surabaya 1952, dari Dirjen Agraria yang dikeluaran Mayjen Bariyono pada 1979 dan dari Jawatan Topografi DAM V Brawijaya. Bukti itu sudah kuat sehingga Gedapri mampu mengklaim lahannya.
Melihat hal ini Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang (DCKTR) mengaku tidak mengetahui apakah anggaran pembangunan SMPN Gunung Anyar ini akan di masukkan di tahun anggran 2014 atau tahun depannya lagi. Lelang yang telah di lakukan pun akhirnya di batalkan karena Pemkot tidak ingin ada masalah di kemudian hari. (di tulis oleh Yanuar Yudha) 
Lokasi SMPN sebelum di ratakan

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar