Belanja Lebaran, Tak Harus Jor-joran

KIMSwaraguna/Surabaya - Lebaran adalah momen yang sudah pasti ada setiap tahunnya. Jadi, kita tidak perlu mengambur-hamburkan uang demi kepuasan sesaat yang kadang di tahun berikutnya kita masih melakukan hal itu lagi.

Fazida Nurillaili Perencana Keungan memberikan tips bahwa lebaran bukan seharusnya jadi ajang belanja jor-joran.

Pertama, masyarakat harus membuat perencanaan keuangan terlebih dahulu seperti mendata barang-barang apa yang akan dibeli. Tentunya list barang-barang ini merupakan barang-barang yang sesuai kebutuhan dan bukan sesuai keinginan.

"Karena saat lebaran itu kita masih harus memberi uang pada keluarga di kampung halaman. Jadi kita harus membuat perencanaan keuangan membuat list," kata dia.

Selain harus memberi uang pada keluarga, masyarakat juga kadang sering lupa kalau saat lebaran juga butuh dana untuk biaya transportasi saat mudik.

"Apalagi sampai melupakan harus bayar zakat hal yang paling utama di bulan Ramadhan hanya karena asyik borong-borong belanjaan," ujar dia.

Jangan sampai saat Ramadhan kita kondisi kita ibarat "Besar pasak daripada tiang" karena kita harus paham apa yang harus jadi prioritas. Kita juga harus disiplin mengikuti perencanaan keuangan yang kita buat sendiri dan jangan mudah berubah.

"Misalnya kita sudah mendata barang-barang yang akan kita beli dan pada saat belanja kita melihat ada barang diskon sehingga kita tergoyahkan. Itu jangan sampai karena banyak juga orang yang menyesal setelah memborong barang diskon padahal sebenarnya barang itu tidak penting bagi kita," ungkap dia.

Kedua, jangan utamakan dan dahulukan "gengsi" karena ini yang seringkali mendorong kita untuk menghabiskan budget di bulan Ramadhan. Hanya karena "gengsi" masyarakat tidak memperhitungkan apa yang akan terjadi ke depannya.

"Misal dia berpikir wah barang ini lagi up to date, kalau saya tidak beli nanti saya dikira ketinggalan zaman. Atau kan teman saya beli ini masa saya tidak beli," ujar dia.

Barang-barang yang kita beli di luar list memang diperbolehkan selama kita mempunyai dana lebih di luar barabg-barang yang dibutuhkan. Namun, kita juga harus melihat apakah barang yang kita beli di luar list benar-benar bermanfaat atau hanya sekedar menuruti keinginan." Banyak juga kasus yang hanya karena menuruti gengsi, kita bisa malah jadi melarat," tandasnya. (Di upload oleh Yanuar Yudha:sumber :Suarasurabaya.net)
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar