Mudik Aman dan Nyaman

Setiap tahunnya, jutaan orang melakukan perjalanan pulang kampung (mudik) untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri demi menjaga tali silaturahmi. Mudik dengan kendaraan pribadi, membuat perjalanan memiliki nuansa yang berbeda. Keluarga bisa berinteraksi dengan mudah, waktu dan rute perjalanan bisa direncanakan sendiri, dan yang terpenting, bisa lebih hemat.
Selain mempersiapkan kendaraan yang akan digunakan untuk perjalanan mudik, jauh-jauh hari sebelum waktu keberangkatan, yang wajib dilakukan adalah persiapan diri sendiri, yakni bagi pengemudi ataupun penumpangnya.
Bepergian jauh ke luar kota mengemudikan mobil sendiri bisa lebih melelahkan, ketimbang duduk manis di dalam kabin pesawat terbang, kereta api, atau bus antar kota. Selain perlu fisik yang prima, pemilihan waktu perjalanan juga berpengaruh pada perilaku mengemudi.
Persiapan diri sebelum dan saat mengemudi
1. Jaga kondisi fisik minimal dua hari sebelum keberangkatan. Pastikan tidur Anda tidak kurang dari tujuh jam sehari. Senam ringan selama 30 menit di pagi hari, setidaknya cukup menjaga kebugaran. Dan selalu berdoa sebelum melakukan perjalanan agar membuat mental Anda lebih baik.
2. Saat mengemudi, hindari minuman beralkohol dan obat yang menyebabkan kantuk. Jika Anda dalam proses pengobatan, konsultasikan dengan dokter jenis obat yang sesuai. Makanlah minimal sejam sebelum pergi, dan hindari makanan bersantan, pedas, asam, atau berbumbu tajam. Roti dan buah-buahan bisa dijadikan alternatif terbaik untuk konsumsi selama perjalanan.
3. Batas waktu manusia mampu berkonsentrasi mengemudi 2-3 jam. Jangan paksakan diri jika sudah merasa lelah. Beristirahatlah minimal 15 menit dalam interval 2-3 jam.

Perhatikan kenyamanan penumpang
Mayoritas pemudik akan membawa keluarga, buah tangan dan hadiah saat pulang ke kampung halaman. Berpergian membawa ketiga hal tersebut, tanpa menyiapkan dengan baik, berpotensi membuat perjalanan tidak akan menyenangkan.
Untuk itu perlu memperhatikan tips yang menunjang kenyamanan saat perjalanan, berikut:
1. Bila Anda melakukan perjalanan jauh bersama balita, siapkan perlengkapan yang membuat mereka 'betah duduk', seperti sejumlah mainan. Dengan cara ini, setidaknya meningkatkan faktor safety bagi si anak, dan menjaga konsentrasi Anda sebagai pengemudi.
2. Posisi duduk anak sebaiknya berada di baris kedua, agar saat terjadi pengereman mendadak tidak membentur bagian keras, seperti dashboard ataupun lingkar kemudi. Jangan sekali-kali memangku anak saat mengemudi, selain memecah konsentrasi, gerakan tangan si kecil sulit untuk diprediksi.
3. Jika kebetulan Anda membawa lansia, pastikan mereka duduk dengan nyaman. Atur posisi kursi, head rest, dan bantal tambahan agar ergonomis. Daya tahan tubuh lansia sudah menurun, jadi sangat penting untuk menjaga kenyamanan mereka.

Mengemudi waktu malam
Perjalanan di malam hari lebih berisiko ketimbang di siang hari, dimana kelelahan dan gangguan akibat lampu dari mobil berlawanan adalah dua hal yang patut diwaspadai.
1. Pastikan kondisi lampu besar, lampu kecil, sein dan lampu rem dalam keadaan baik. Komponen penyinaran yang prima akan membantu perjalanan Anda, selain memudahkan kendaraan lain untuk melihat keberadaan mobil Anda. Jangan lupa membawa bohlam dan sekering cadangan.
2. Bersihkan kaca-kaca jendela dan kaca lampu. Kaca jendela yang kotor dapat membiaskan cahaya yang menyilaukan. Sementara kaca lampu yang kotor menghalangi efektivitas sorotan cahaya. Apabila lampu jalan membuat mata silau, manfaatkan sun visor sebagai penghalang.
3. Jangan biarkan mata terus menatap ke depan. Gerakkan ke berbagai arah agar tetap terjaga. Untuk mencegah mata silau karena sorot lampu mobil dari arah berlawaanan, palingkan mata sesaat, lalu beri sinyal dengan menyalakan lampu 'dim', agar pengemudi mobil di depan mematikan lampu besarnya. Jangan ikut menyalakan lampu besar, karena akan memperburuk keadaan. Bila perlu, belilah kacamata mengemudi yang berkualitas.
4. Atur kecepatan dan perhatikan marka jalan, tapi jangan menatapnya langsung agar konsentrasi tidak terpecah. Jangan mengemudi terlalu kencang saat malam hari, belum tentu kondisi fisik Anda fit dan memiliki respon yang cepat saat menghadapi situasi tak terduga. Beri jarak dengan mobil di depan, agar Anda memiliki waktu bereaksi saat terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Menyusun barang bawaan
- Sesampainya di kampung halaman, biasanya diperlukan waktu beberapa hari untuk beristirahat bahkan bermalam. Pastinya barang bawaan berupa pakaian dipersiapkan untuk pakaian pengganti.
Berikut kiat dan tips saat membawa barang bawaan pada mobil
1 Jika harus membawa banyak barang, gunakan carrier atap, sehingga ruang belakang mobil tidak terhalang oleh tumpukan tas. Hindari roof box yang berbentuk persegi, karena mengurangi aerodinamika, sehingga menjadikan mobil boros bahan bakar.
2 Jika Anda membawa benda yang bersifat cair, masukkan ke dalam tempat yang kuat dan terlindung, serta tak mudah bocor. Letakkan di bagian paling bawah. Letakkan barang yang mudah pecah dalam tempat yang kuat dan terlindung di tumpukan paling atas.
3 Secara hukum fisika, gaya yang ditimbulkan oleh setiap barang berbobot 50 kg membutuhkan tenaga mesin satu hingga dua persen untuk menopangnya. (di upload oleh yanuar yudha)



Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar