Pedagang bendera mulai muncul jelang peringatan kemerdekaan RI ke-68

KIM Swaraguna/GunungAnyar- Pedagang bendera merah putih mulai muncul di sejumlah pusat keramaian kecamatan Gunung Anyar, menjelang HUT ke-68 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

terdapat 2 pedagang musiman membentang bendera merah putih di pinggir sejumlah ruas jalan, yaitu di depan Stasiun pengisian bahan bakar di perumahan Rungkut Mapan dan di depan Universitas pembangunan nasional (UPN).

Siti, pedagang bendera di perumahan Rungkut Mapan mengatakan sudah sejak tanggal 5 Agustus menjual bendera di pinggiran jalan. Ia membentang bendera pada beberapa utas tali untuk menarik minat pembeli. "Lumayan mas, rata-rata  laku 3-5 lembar setiap hari," katanya.

Ia menuturkan, harga bendera bervariasi, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu, tergantung besar kecilnya. "Kalau bendera untuk kendaraan harganya Rp 5 ribu per lembar, sedangkan untuk di depan rumah atau kantor antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. untuk tiang bendera dia menjual mulai Rp 40ribu-Rp 55ribu tergantung tingginya.

Ia berharap dagangannya lari manis menjelang 17 Agustus sehingga tidak merugi. "Mudah-mudahan habis semua, soalnya bendera hanya laku sekali setahun menjelang 17 Agustus," tambahnya."Di bandingkan 2 tahun kemarin peminat terhadap bendera semakin menurun mas..." tutur Siti.

Menurut pantauan Swaraguna perayaan dirgahayu kemerdekaan RI ke 68 tahun ini rasanya semakin "sepi" di bandingkan tahun-tahun yang lampau. Kalau tahun kemarin bertepatan dengan bulan puasa, tahun ini juga bertepatan dengan libur mudik, mungkin hal inilah yang mengakibatkan perayaan tahun ini sepi dari acara perlombaan seperti balap karung, kelereng, makan kerupuk maupun panjat pinang yang biasanya selalu menghiasi peringatan kemerdekaan Negara kita. (di tulis oleh Yanuar Yudha
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar