Pemasangan Box Culvert Merr2c Berlomba Dengan Musim Hujan

Sampai saat ini pembangunan Merr 2C di kecamatan Gunung Anyar masih belum menampakkan hasil yang memuaskan. Kendala klasik berupa pembebasan persil dan lahan sawah milik warga masih belum tuntas sepenuhnya.

Menurutnya, untuk membebaskan lahan MERR, termasuk ruasGunungAnyar, panitiapembebasan tanah (P2T) pemkot dihadapkan pada pemilik yang berbeda-beda. Artinya, banyak lahan yang sebelumnya dijual di bawahtangan, sehinggayangtertera pada Petok D tetap nama pemilik lama. P2T perlu meruntut silsilah kepemilikan tanah. Masalah lainnya, banyaknya pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah terkait dobelnya surat.

Menyikapi hal ini, ve-rifikasi harus dilakukan. “Selesai verifikasi, kami berkoordinasi dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional (BPN). Setelah BPN memastikan tidak ada masalah, baru kami bayar. Semua tahapan ini kami tempuh supaya tidak salah bayar,” ungkap Erna. Pejabat berkacamata minus ini menegaskan, dari 300 persil (bidang) tanah di sepanjang 1,8 kilometer di Gunung Anyar, 111 persildiantaranya sudahdibayar menggunakan anggaran murni APBD 2013.

“Anggaran murni Rp30 miliar, sementara ini sudah terserap Rp29 miliar,” ucapnya. B ersamaan mulai dibayarnya pemilih tanah, kata Erna, kemajuan pembangunan MERR ruas Gunung Anyar sekarang diawali pembangunan jembatan yang membelah Sungai Kebonagung sepanjang 100 meter. Kendati demikian, upaya pembayaran sisa lahan juga dilakukan. Sekarang ada 156 warga pemilih tanah yang menunggu dibayar pascatuntasnya verifikasi oleh P2T.
Untuk tahap awal pembangunan Merr 2C ini adalah penempatan Box culvert di sungai kebon agung. Untuk proses ini sungai kebo agung telah di bendung untuk peletakan box culvert tersebut. Sayangnya hal ini terkendala oleh adanya protes warga yang menghendaki agar fasilitas umum yang di bangun warga yaitu jalan paving dan pos keamanan juga diganti rugi.
Ketika di konfirmasi camat Gunung Anyar Bpk.Dewanto Legowo mengatakan memang awalnya ada persoalan tersebut dan saat ini pemkot sudah menyiapkan ganti rugi tapi yang menjadi persoalan adalah kepada siapa ganti rugi berupa uang tersebut di berikan. “ tapi saat ini masalah tersebut sudah clear, jadi pembanguna box culvert siap di lanjutkan” tambahnya lagi.

Debit Sungai Kebon Agung Mulai Meninggi Dan Keruh

Saat ini di pinggir sungai kebon agung masih terlihat alat berat yang sewaktu-waktu siap di gunakan. “untuk pemasangan box culvert kami sudah siapkan pondasinya jadi kapanpun siap box culvert siap di pasang” tutur petugas di lapangan kepada swaraguna.
Akibat pem-bendungan sungai kebon agung ini debit air pembuangan yang menuju ke arah mangrove/laut lepas jadi terhambat sehingga permukaan air jadi meninggi. Hal ini tentunya sangat meng-khawatirkan bila hujan mulai turun, karena jika aliran sungai kea rah laut terbendung maka debit sungai meninggi dan mengakibatkan banjir di pemukiman penduduk. Saat ini saja keadaan air sungai yang terbendung sudah mulai berwarna hijau pekat dan menimbulkan baju tidak sedap. “ Secepatnya hal ini akan di bereskan, karena ganti rugi warga juga sudah clear” jelas Dewanto Legowo, Camat Gunung Anyar






Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

2 comments:

  1. Jalan Merr ini apakah melewati Tambak langgri? belakangnya Perumahan Wiguna Selatan?

    Terima kasih

    BalasHapus
  2. jalan merr2C ini akan melewati gunung anyar meneruskan jalur merr2c rungkut yang akan terkoneksi dengan jalan tol waru-juanda. Untuk tambak klangri sendiri rencana akan di lalui oleh jalur lingkar luar timur (outer ring road)

    BalasHapus