Surabaya Di Landa Angin Kencang

Kim Surabaya/Gunung Anyar - Di saat Kota Jakarta, Bogor hingga Semarang di landa banjir parah karena intensitas hujan yang cukup tinggi ternyata di Kota Surabaya masih adem ayem karena hujan yang turun bisa di bilang tidak terlalu deras. Selama bulan November sapai saat ini Surabaya tercatat hanya beberapakali saja di landa hujan yang cukup deras dan beberapa tempat sempat di landa banjir meskipun sebentar kemudian surut kembali. Bertolak belakang dengan curah hujan yang kecil, kecepatan angin di kota ini sangatlah kencang. Di kawasan Gunung Anyar yang memang berbatasan langsung dengan laut kecepatan angin bisa mencapai 30 -40 knot. Tiupan angin kencang ini bisa terjadi sepanjang hari, yang paling terasa adalah saat pagi hari dan sore hari menjelang malam.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi kecepatan angin masih maksimal mencapai 40 km per jam."Kecepatan angin masih maksimal, 40 km per jam," kata prakirawan BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto. Fenomena ini di sebabkan oleh adanya Pengaruh Siklon Tropis Narelle terus membayangi kawasan Surabaya dan Sidoarjo. Siklon tropis muncul karena ada perbedaan tekanan rendah non frontal yang berskala sinoptik ( bersifat lokal atau titik tertentu) yang tumbuh di perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif (di atas perairan selatan Indonesia). Fenomena ini muncul disertai kecepatan angin maksimal diatas 35 knot atau 60 km per jam. "Siklon di Indonesia rata-rata hampir ada di bulan Januari, Februari, Maret," tambah dia.
Sementara itu, suhu udara di Surabaya dan Sidoarjo masih normal, berkisar antara 25-33 derajat celcius. Kelembapan udara 60-94 persen.
Gara-gara angin kencang ini Jembatan Suramadu-pun sempat di tutup untuk sisi jalur kendaraan roda 2. Untuk penerbangan masih terbilang aman tetapi cukup di waspadai bagi nelayan karena dengan kecepatan angin seperti ini bisa membuat ombak di lautan mencapai 4-5meter.
Bagi warga Gunung anyar Swaraguna menghimbau untuk selalu mengenakan masker dan pelindung mata saat berkendara dengan sepeda angin maupun motor karena angin in membawa banyak debu-debu halus yang bisa membuat mata pedih maupun bisa membuat sakit saluran pernafasan.(di tulis oleh : Yanuar Yudhatama)
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar