Surabaya Sambut AFTA dengan Rumah Bahasa


KIM Swaraguna/Surabaya - Saat ini, warga Surabaya, Jawa Timur tak perlu lagi khawatir 'gagap' bahasa asing. Sebab, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini resmi membuka Rumah Bahasa yang akan memberi pelatihan gratis bagi warga Kota Pahlawan.

Dan meski baru dibuka, antusiasme masyarakat untuk belajar bahasa asing cukup banyak. Sekitar 200 calon peserta ikut mendaftar Bahasa Inggris, dan 20 peserta untuk Bahasa Mandarin.

Diakui Risma, rencana pembangunan Rumah Bahasa yang digagasnya itu, sudah disusun sejak sebulan lalu. Dan akhirnya, hari ini baru bisa diresmikannya. Sesuai rencana, Rumah Bahasa yang akan menjadi pusat pelatihan bahasa dan elektronik itu, ditempatkan di kompleks Balai Pemuda Surabaya.

Ide Rumah Bahasa tersebut, diakui Risma, baru muncul beberapa bulan terakhir. Ia melihat beberapa negara tetangga ASEAN tengah memantapkan warganya dengan bahasa asing. Bahkan di Thailand, bahasa Indonesia juga diajarkan. Tahun 2015 kran perdagangan bebas Asia Tenggara (AFTA) sudah mulai di buka, jadi Rumah Bahasa ini akan menjadi salah satu senjata bagi warga Surabaya untuk siap menghadapinya.

"Rumah Bahasa ini sengaja diperuntukkan bagi seluruh warga Surabaya, khususnya untuk pengemudi taksi, bus, becak, angkutan umum, dan pelaku usaha kepariwisataan, UMK, pedagang kaki lima dan seluruh warga secara gratis," kata wali kota kelahiran Kediri itu usai meresmikan Rumah Bahasa di Balai Pemuda Surabaya.

Alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) ini juga mengatakan, pelatihan bahasa itu sengaja diberikan kepada masyarakat khususnya sopir taksi, bus, becak dan angkutan umum itu, agar mereka bisa mengerti dan menggunakan bahasa asing jika berhadapan dengan penumpang atau wisatawan asing yang datang ke Surabaya.

"Awalnya, ide ini berasal dari salah satu pegawai yang pernah mengetahui ada seorang sopir taksi yang sering menggunakan Bahasa Inggris, ya mesti bahasanya kacau, tapi itu setidaknya memberi pengertian bagi kita untuk tetap belajar kapanpun," beber dia.

Mantan Kepala Dinas Pertamanan Kota Surabaya ini juga menjelaskan, untuk bisa mengikuti pelatihan di Rumah Bahasa, tidaklah sulit. Karena tidak ada mekanisme khusus. "Siapa saja boleh mendaftar, bisa melalui website atau langsung datang ke Balai Pemuda. Gratis kok, alias tanpa dipungut biaya."

Perempuan nomor satu di Kota Pahlawan ini juga memaparkan, di Rumah Bahasa tersebut, setiap peserta training akan memperoleh kesempatan belajar bahasa asing selama 45 menit setiap harinya.

"Pusat pelatihan ini dibuka setiap hari pada jam operasional. Untuk Bahasa Inggris dibuka setiap hari, Bahasa Mandarin tiap Senin dan Kamis," terangnya.

Di Rumah Bahasa ini pula, nantinya, warga Surabaya tidak hanya bisa belajar bahasa asing saja, melainkan juga belajar soal teknologi dan informasi.

Apakah hanya itu saja? Risma kembali menjelaskan, pelatihan di Rumah Bahasa juga akan memberi banyak keterampilan kepada masyarakat seperti keterampilan mengelola bisnis perdagangan, UKM, dan investasi. "Para pengajar kita rekrut dari perguruan tinggi. Mereka juga bersedia mengajar meski tidak dibayar," tandas dia.(Di kumpulkan dari berbagai sumber)

Walikota Surabaya Berbincang Dengan Peserta Pelatihan
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar