Duh....Surabaya Kota Tuberkulosis Nomor Satu di Jatim

KIM Swaraguna/Surabaya - Surabaya merupakan kota nomor satu dengan penderita tuberkulosis (TB) paling banyak di Jawa Timur.

Data ini diungkap Dinas Kesehatan Jawa Timur, dalam peringatan Hari TB Sedunia (PHTBS) di Surabaya, Selasa (25/3/2014).

Harsono Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur mengatakan, jumlah penderita TB di Surabaya mencapai 4.336 pasien, disusul Jember dengan 3.104 pasien dan Banyuwangi dengan 1.689 pasien. "Data itu dikumpulkan Dinas Kesehatan Jawa Timur dari beberapa sumber, mulai dari puskesmas, rumah sakit sampai klinik yang ada di Jawa Timur," ujar Harsono.

Secara keseluruhan di Indonesia, Jawa Timur merupakan wilayah kedua terbesar penderita TB-nya sesudah Jawa Barat yang mencapai 61.721 pasien, sementara di Jawa Timur penderita TB-nya mencapai 42.222 pasien.

Untuk penderita TB anak di Jawa Timur tahun 2013 lalu, jumlahnya sudah mencapai 2.342 pasien dengan korban meninggal dunia akibat TB sebanyak 1.308 jiwa. "Kondisi ini sangat memprihatinkan, khususnya untuk Surabaya yang jadi kota terbesar penyumbang penderita TB-nya," jelas Harsono.

Ditambahkan Harsono, selama ini banyak daerah yang menutupi jumlah penderita TB di wilayah mereka, termasuk Surabaya yang seringkali tidak menyampaikan jumlah pasien TB yang ada diwilayahnya. "Kalau pasien TB tidak diketahui jumlahnya, maka akan menyulitkan upaya intervensi pada penderita TB," ungkap Harsono.

Sampai sekarang upaya pencegahan penularan TB terus dilakukan Dinas Kesehatan Jatim, diantaranya dengan melakukan imunisasi pada balita dan pengobatan untuk pasien dewasa.

"Selain itu Dinas Kesehatan Jawa Timur juga bekerjasama denga semua puskesmas dan rumah sakit di Jawa Timur, untuk mempu mengobati TB dengan standar internasional dan melibatkan klinik-klinik swasta," paparnya.

Dinas Kesehatan Jawa Timur juga terus melakukan sosialisasi pengenalan TB pada masyarakat, lewat beberapa lembaga dan ormas, juga media massa. Selian itu, menurut Harsono, Dinas Kesehatan juga terus mengembangkan laboratorium TB di beberapa daerah dan menyediakan obat TB secara gratis, meski harga obat itu relatif mahal. (Yanuar Yudhatama-Sumber:Suara Surabaya)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar