Penghujung Musing Hujan Waspadai Demam Berdarah

KIM Swaraguna/Gunung Anyar – Musim penghujan segera berakhir,hal ini di tandai oleh berkurangnya intensitas hujan serta suhu udara yang memanas. Ada beberapa hal yang harus dicermati dan diwaspadai saat pancaroba. Banyaknya genangan di akhir musim penghujan ini harus di waspadai dengan cermat, karena akan menjadi tempat yang nyaman bagi nyamuk demam berdarah untuk berkembang biak.
Bulan Maret, April, Mei merupakan musim penularan demam berdarah dan umumnya waktu peningkatan kasus demam berdarah terjadi, setelah 1-2 bulan sejak hujan lebat terakhir turun.
Saat itu pula, kondisi udara akan memanas. ''Saat tidak ada lagi hujan, di situ lah outbreak demam berdarah

Hal yang harus lebih diperhatikan, biasanya virus yang ditularkan oleh nyamuk demam berdarah ini, akan berada pada seseorang yang subklinis. Subklinis ialah kondisi seseorang yang ditularkan tidak merasakan sakitnya. ''Orang tersebut tidak menyadarinya,' Karena itulah, dia meminta masyarakat untuk berhati-hati” pesan salah satu staff di Puskesmas Kecamatan Gunung Anyar.

Bahkan untuk mencegah terjadinya wabah demam berdarah melanda Kota Surabaya ini, Walikota Surabaya Tri Rismaharini akan mengeluarkan Surat Edaran dalam rangka mencegahan demam berdarah.

Kepada para warga mohon untuk memperhatikan kebersihan lingkungan masing-masing, mulai dari kelancaran air selokan,memastikan tidak ada genangan air serta mengubur semua benda yang berpotensi mengakibatkan air menggenang seperti kaleng bekas dll. (Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar