Risma Blusukan Ke Gunung Anyar Tanggapi Keluhan Warga

KIM Swaraguna/Gunung Anyar - Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, Jumat (23/5/2014) benar-benar membayar janjinya untuk menemui warga Keluarahan Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar secara langsung. Tak hanya menemui warga, Risma bahkan blusukan mengendarai sepeda motor di sekitar perkampungan warga Gunung Anyar.

Janji Risma untuk menemui warga ini, awalnya disampaikan ketika Risma menerima kedatangan puluhan warga Gunung Anyar yang berunjuk rasa di kantornya pada Rabu (21/5/2014) silam. Saat itu, warga mengeluhkan beberapa hal mengenai keadaan di lingkungan Gunung Anyar.
1. memfungsikan kembali enam sungai yang diuruk, ditutup kemudian dijadikan bangunan yang ada di wilayah perumahan yang dibangun oleh pengembang Purimas.
2. pembongkaran pagar beton yang berdiri diatas bibir sungai yang dilakukan PT MBC Purimas. Pagar beton ini, dia melanjutkan, sudah didirikan sejak tahun 2002 silam. Akibatnya sampah pun tidak bisa tersaring akibat terhalang pagar, sehingga sampah akhirnya menumpuk.
3. pembuangan air yang ada di Purimas harusnya dibuang ke sungai utara atau kebun agung. Dilarang membuang sampah ke kampung yang menyebabkan banjir karena enam sungai sebagai saluran air telah ditutup dan diuruk.
4. gorong-gorong yang mengarah ke selatan Purimas atau sungai kecil Gunung Anyar harus ditutup secara permanen. Tuntutan kelima, hendaknya segala bentuk pembangunan yang ada di Purimas harus memiliki analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) serta mempertimbangkan dengan warga terkait mengenai semua dampak yang ditimbulkan.
5. warga menolak campur tangan militer dalam permasalahan rakyat yang ada di wilayah Gunung Anyar.


Sementara itu, dalam kunjungan blusukan ke Gunung Anyar, Jumat (23/5/2014) siang, Risma tak sendirian, dia didampingi Eri Cahyadi, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya; Irvan Widyanto, Kepala Satpol PP Kota Surabaya; Soemarno Kepala Bakesbang Linmas dan Muhamad Fikser, Kabag Humas Pemkot Surabaya.

Tiba di Kelurahan Gunung Anyar, Risma langsung mengambil sepeda motor dan berkeliling kampung untuk melihat langsung permasalahan yang ada di kelurahan itu. Kedatangan Risma sendiri langsung disambut ratusan warga.

"Sungai ini harusnya lebih dibesarkan bu, sehingga Gunung Anyar tak sering kebanjiran," kata seorang warga minta pelebaran sungai yang berada tepat di dekat Kantor Kelurahan Gunung Anyar.

Selain itu, ada juga warga yang minta dibuatkan polisi tidur di beberapa titik sepanjang jalan Gunung Anyar, karena jalan di kawasan itu atau tepatnya jalan yang berada di belakang Kantor Kelurahan Gunung Anyar memang relatif sepi dan sering digunakan ajang balapan liar.

Warga juga minta pasar Gunung Anyar segera diresmikan. Tujuannya agar bisa membantu perekonomian warga. Selain itu, pelebaran Jalan Gunung Anyar juga diharapkan bisa dilakukan.

Mendapatkan beragam tuntutan, Risma tak datang dengan tangan kosong, dia bahkan membawa sebuah peta denah penataan kawasan Gunung Anyar. "Prinsipnya yang kita dahulukan adalah bagaimana warga Gunung Anyar tak lagi kebanjiran," kata Risma. (Yanuar Yudha: sumber Suara Surabaya.net)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar