Awas Bahaya Es Balok

KIM Gunung Anyar/Swaraguna - Bagi sebagian orang, minuman dingin seperti es teh hampir tidak bisa ditinggalkan. Terlebih di siang hari yang panas, atau selesai makan siang, es teh menjadi salah satu minuman penyegar yang cocok bagi kebanyakan orang. Selain harganya yang relatif murah, es teh sangat mudah didapat, di warung makan, restoran, warteg, bahkan angkringan ato kucingan.
Tapi sadarkah Anda, ada bahaya dibalik minuman es teh, dan ini bukan hal yang dilebih-lebihkan. Bahaya ini terletak pada es batu yang menjadi campuran teh . 
Kalau anda perhatikan, es batu yang disediakan di kebanyakan warung makan adalah es batu dari pabrik depot es batu, yang kemudian dipecah-pecah dan disajikan di depan anda. Coba berpikir kritis sedikit, apakah air putih yang dijadikan es batu adalah air masak? Untuk sebuah pabrik es batu yang memproduksi balok es batu, kemungkinan kecil air yang dipakai adalah air masak, tentunya dengan alasan efisiensi. Jadi intinya, es teh yang kita minum adalah teh + air mentah..
Dalam air mentah ada banyak bakteri e coli  kita tahu itu. Ada penelitian di Florida selatan yang membandingkan es batu dengan air toilet, hasilnya es batu mengandung 70% lebih banyak kuman daripada air toilet. Tentu tidak ada beda nya dengan di Indonesia, yang notabenenya es batu dibuat dari air mentah.
Kesimpulannya, es teh yang kita minum tidak sepenuhnya aman untuk tubuh kita, yang berasal dari es batu yang diproduksi dari air mentah yang jelas-jelas banyak mengandung e coli. Nggak kebayang kan dari mana air mentah itu? Bisa dari sumur, kali, sungai …
Tidak pada es teh saja, es-es dalam bentuk lain seperti es jus, es jeruk, es campur, dll yang memakai es batu “balokan” seharusnya dan patut kita hindari, kalau kita masih peduli dengan kesehatan. Kalau anda jeli, anda bisa memilih tempat makan dan minum yang es batunya home made, biasanya menggunakan air masak.
Solusinya, lebih baik mahal sedikit ambil teh botol, atau air putih untuk lebih amannya. (Yanuar Yudha)

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar