Awas!!! Main Petasan Akan Di Hukum Seumur Hidup

KIM Gunung Anyar/Swaraguna - Petasan masih menjadi momok bagi sebagian warga saat Ramadan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, mabes Polri menyiapkan jerat hukum lebih keras untuk mencegah penggunaan petasan selama Ramadan. Tidak main-main, jerat hukum itu berupa sanksi penjara seumur hidup.
  
Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Agus Rianto menuturkan, keberadaan petasan selama Ramadan makin dianggap berbahaya oleh masyarakat. Hal itu tidak lepas dari banyaknya jumlah korban petasan setiap tahunnya. Jika tidak dicegah, maka potensi jatuhnya korban tahun ini juga masih besar.
  
Berkaca dari kejadian tersebut, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak membuat, menjual, dan menyalakan petasan selama bulan Ramadan maupun saat Lebaran nanti. Pihaknya sudah menyiapkan jerat hukum berupa UU Darurat nomor 12 Tahun 1951 bagi para pelanggarnya.
  
"Ancaman hukumannya sampai dengan seumur hidup apabila proses atau mekanismenya sesuai dengan Undang-Undang tersebut," ucap mantan Kabidhumas Polda Papua itu. Memang, tidak semua petasan dilarang beredar. Beberapa jenis kembang api yang tidak berbahaya masih boleh beredar.
  
Petasan yang dilarang beredar telah diatur dalam Perkap nomor 2 tahun 2008. Yakni, petasan yang mengandung bahan peledak, memiliki potensi seperti bom low explosive, dan beberapa jenis petasan lainnya (lihat grafis). Petasan-petasan itu bisa membahayakan keselamatan orang yang menyulut ataupun orang yang saat itu berada di sekitar petasan. Sudah terbukti, dalam sejumlah kasus, ledakan petasan bahkan mampu menghancurkan rumah.
  
Sementara itu, sejumlah daerah sudah mulai menerapkan arahan dari Kapolri soal petasan. Polrestabes Surabaya misalnya, telah bekerjasama dengan pemkot, militer, dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mencegah peredaran dan penggunaan petasan di kota pahlawan.
     
"Sudah ada seruan bersama dari berbagai unsur masyarakat untuk menolak penggunaan petasan selama Ramadan hingga Lebaran," ujar Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti kemarin. Selain itu, aparat kepolisian sudah memelototi setiap penjual dan distributor kembang api di Surabaya. (Yanuar Yudha :sumber rangkuman media online)
       

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar