Gejala Dan Penularan Virus Ebola

KIM Gunung Anyar/Swaraguna – Saat ini di sebagian negara di dunia khususnya di benua Afrika  sedang terjangkit oleh penyakit yang di tularkan oleh virus EBOLA. Virus ini sangat berbahaya karena belum di temukan penangkalnya dan lebih berbahaya daripada MERS yang pernah merebak beberapa waktu lalu.
Kemunculan pertama kali dari ebola ini adalah di tahun 1976. Wabah penularan terjadinya dan terjangkitnya penyakit ini adalah pertama menyerang desa-desa terpencil di Afrika Tengah dan Barat, biasanya yang berada di daerah dekat hutan hujan tropis.
Karena itu bagi warga Indonesia yang akan beribadah HAJI ada baiknya mengetahui bagaimana penyakit ini agar sebisa mungkin mencegah dirinya tertular agar tidak membawa penyakit ini ke Tanah Air. Berikut beberapa hal mengenai Ebola yang Swaraguna Berikan informasinya berdasarkan informasi di Internet. 

Cara Penularan Ebola

Virus ebola ini dapat menular melalui cairan tubuh penderitanya yang terkontaminasi oleh virus penyebab penyakit ebola ini. Yaitu bisa menular melalui media seperti halnya darah, muntah, kotoran, keringat, air liur, air mata juga bisa melalui air mani.

Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit. Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari. Saat ini telah dikembangkan vaksin untuk Ebola yang 90% efektif dalam monyet, namun vaksin untuk manusia belum ditemukan.

Pada umumnya dan juga biasanya Ebola dapat menyebar antar manusia melalui kontak dekat dengan cairan tubuh (bersin atau batuk) yang terinfeksi atau melalui jarum yang terinfeksi di rumah sakit.

Cara penularan virus ebola menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) seperti yang dilansir dari pewartaekbis.com antara lain adalah dengan melalui cara seperti berikut ini :
  • Penyakit yang diakibatkan infeksi Virus Ebola / Ebola virus disease (EVD) memiliki risiko kematin tinggi apabila menginfeksi manusia, yaitu mencapai 90%.
  • Wabah EVD secara endemik khusus terjadi di pedesaan terpencil di Afrika Tengah dan Afrika Barat di daerah hutan tropis.
  • Virus Ebola ditransmisikan dari binatang liar kepada manusia. Virus ini kemudian menyebar dalam populasi manusia melalui penularan dari manusia ke manusia.
  • Diduga, kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae merupakan inang alami dari virus Ebola.
  • Manusia yang terinfeksi virus Ebola harus mendapatkan perawatan intensif sepenuhnya agar dapat kembali pulih.
  • Hingga kini belum ditemukan vaksin atau perawatan yang spesifik yang mampu digunakan sepenuhnya pada hewan atau manusia untuk menjinakkan virus Ebola.
  • Virus Ebola dapat ditularkan lewat darah, sekresi organ tubuh atau cairan tubuh lain dari binatang atau manusia yang terinfeksi.
  • Di Afrika infeksi dari Ebola terjadi lewat binatang menyusui (Mammalia) yang telah terinfeksi, contohnya simpanse, gorila, kelelawar buah, monyet, kijang serta landak yang telah sakit atau mati.
  • Sementara itu penyebaran dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak langsung kulit luka, darah, sekresi cairan tubuh lain dari mereka yang sudah terinfeksi.
  • Kontak tidak langsung dari lingkungan yang sudah terkontaminasi yang bisa menyebabkan penularan EVD. Bahkan upacara penguburan dimana pelayat melakukan kontak langsung dengan jenazah mereka yang mengidap Ebola bisa menyebabkan penularan virus tersebut.
  • Pasien yang sudah pulih dari Ebola masih bisa menularkan virus ini melalui cairan semen (sperma) hingga tujuh pekan ke depan.
  • Gejala-gejala orang yang terinfeksi virus Ebola biasanya mulai tampak dalam waktu 2-7 hari setelah infeksi. Gejala-gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, dan kurangnya napsu makan. Setelah itu ada gejala lanjutan berupa muntah, diare, sakit perut, ruam, dan dalam beberapa kasus perdarahan internal dan eksternal. Perdarahan ini sering terjadi di mata, hidung atau mulut.

Pencegahan Penyebaran Virus Ebola

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin antivirus ebola, namun masih banyak kemungkinan untuk menghidarinya. Salah satu hal utama yang harus diperhatikan adalah kualitas sanitasi serta air konsumsi, pastikan dengan baik semuanya berada dalam kondisi terbaik.

Selain itu, perlu diperhatikan pula kesehatan hewan-hewan domestik di sekitar Anda, seperti hewan peliharaan, serta anjing atau kucing liar. Penularan dari hewan-hewan domestik ini memiliki kemiripan dengan penularan rabies, sehingga Anda perlu tetap waspada terhadapnya.

Jika dirasa penting, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis jika merasa telah kontak langsung dengan sumber-sumber penularan virus ebola.

Tanda Gejala Orang Terkena Virus Ebola

Awal gejala termasuk demam tinggi, setidaknya 38,8 derajat Celcius atau 101,8 derajat Fahrenheit. Kemudian, sakit kepala parah, nyeri otot, sakit perut, kelemahan parah, kelelahan, sakit tenggorokan, mual, pusing, pendarahan internal dan eksternal.

Dalam kondisi tersebut, tidak sedikit yang menduga jika penderita virus Ebola sedang terkena malaria, demam, thyphus, disentri, influenza, atau berbagai infeksi bakteri lainnya. Lebih dalam, Ebola juga bisa menyebabkan gejala yang lebih serius. Bahkan, jika tidak ditangani dengan cepat, bisa berujung pada kematian.

Diare, kotoran berdarah atau gelap, muntah darah, dan mata merah distension adalah gejala dari Ebola yang sudah tahap serius. Kalau sudah seperti itu, biasanya disarankan untuk seseorang diinkubasi sekira dua sampai 21 hari. Akan tetapi, umumnya hanya perlu lima sampai 10 hari

Pengobatan Ebola

Sampai dengan saat ini, belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah infeksi oleh virus Ebola. Akan tetapi sekarang sedang di kembangkan pembuatan vaksin yang akan diujikan kepada manusia untuk pertama kalinya adalah vaksin yang sudah memasuki fase uji-klinis.

Menurut Sanchez, seperti informasi yang dilansir dari mediaindonesia.com bahwa infeksi virus Ebola di dalam tubuh manusia memang bisa sangat mematikan, tapi monyet berhasil selamat dari infeksi virus tersebut dan ini bisa menjadi contoh yang sangat bermanfaat bagi uji-coba terhadap binatang.

Penderita biasanya dirawat di rumah sakit secara intensif dengan obat-obatan yang membantunya untuk menjaga kondisi tubuh agar masih bisa bertahan dalam melawan virus tersebut. Obat untuk ebola belum ditemukan. (Yanuar Yudha-sumber:rangkuman media online)

Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar