Surabaya Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

Surabaya Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

KIM Gunung Anyar/Swaraguna - Gerbang ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 tinggal beberapa lagi dibuka. Bagi Surabaya hal tersebut merupakan tantangan sekaligus kesempatan emas. Tantangan karena akan banyak produk dan tenaga kerja asing yang masuk. Kesempatan emas, karena dengan adanya MEA 2015 perputaran investasi akan semakin deras. Menghadapi hal tersebut, Surabaya telah jauh hari mempersiapkan diri.
 
Tujuan utama dari MEA sendiri yaitu membuka kran interaksi barang, jasa, produksi, investasi dan modal. Serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar sesama negara ASEAN. Arus transaksi nantinya akan difokuskan pada 12 sektor prioritas yang terbagi dalam 7 sektor barang dan 5 sektor jasa. Sektor barang meliputi produk pertanian, otomotif, elektronik, perikanan, produk berbasis karet, tekstil, dan produk olahan kayu. Sedangkan sektor jasa terdiri atas jasa penerbangan, e-ASEAN, kesehatan, pariwisata, dan penyediaan logistik. 

Untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ekonomi , Pemkot Surabaya telah meluncurkan berbagai program seperti pelatihan komputer gratis melalui Broadband Learning Center (BLC), pelatihan bahasa lewat rumah bahasa, Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) lewat Pahlawan Ekonomi dan Pekan Kreatif Srikandi, pemberdayaan koperasi, serta kemudahan penanaman modal dan investasi.

Pemkot tekah mengalokasikan 30 persen lebih dari total APBD-nya untuk sektor pendidikan. Ini seperti terlihat di Surabaya, semua sekolah mulai jenjang sekolah dasar hingga jenjang sekolah menengah atas semuanya gratis. Hal tersebut karena pendidikan dinilai sebagai salah satu faktor penting menghadapi MEA 2015.

 Di sektor lingkungan, warga kota Surabaya tampaknya sudah sadar akan pentingnya menjaga lingkungannya. Hal ini dapat dilihat dari mulai menjamurnya komunitas-komunitas yang mengelola bank sampah di kampung-kampung. Ini karena bank sampah mendatangkan banyak keuntungan karena adanya skema pemilahan. Sampah organik akan diolah menjadi pupuk sedangkan yang non-organik akan dijual untuk didaur ulang kembali.

Infrastruktur dan fasilitas umum juga terus dibenahi oleh pemkot dalam menyambut MEA 2015. Pemkot sejak beberapa tahun lalu membangun konsep jalan-jalan baru yang terintegrasi. Rencananya, jaringan jalan baru itu akan mengkoneksikan beberapa obyek penting seperti pelabuhan, terminal maupun akses keluar-masuk dari kota/kabupaten lain di sekitar Surabaya. Beberapa jalan sudah terealisasi seperti MERR II-C, sebagian lainnya masih dalam proses.

Dengan adanya perkembangan dan kesiapan Surabaya dalam menghadapi MEA 2015 mendatang diharapkan akan berdampak pada pertumbuhan multi-efek Surabaya. Karena bukan tidak mungkin Surabaya akan dapat menjadi tulang punggung perekonomian ASEAN. (Yanuar Yudha:sumber surabaya.go.id)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar