Waspadai Bahaya Asbes Bagi Kesehatan

Waspadai Bahaya Asbes Bagi Kesehatan

KIM Gunung Anyar/Swaraguna - Pemakaian asbes untuk berbagai atap bangunan kerap kita temui sehari-hari. Baik itu untuk rumah tinggal, tempat usaha, tempat ibadah, bahkan sekolah. Alasannya tentu beragam, namun yang jelas harga atap asbes tentu murah lebih ketimbang genteng. Selain lebih ringan, pemakaiannya pun lebih mudah dan cepat. Padahal dibalik itu, ada bahaya yang mengancam dari debu-debu asbes yang beterbangan.

Bahaya yang ditimbulkan dari debu-debu asbes tidaklah main-main. Asbes dapat menyebabkan berbagai  penyakit serius yakni:
Kanker paru-paru, asbes merupakan penyebab kanker atau karsinogen termasuk kanker batang tenggorokan.
Pleural disease, penyakit ini timbul akibat adanya cairan pada paru-paru.
Asbestosis, atau fibrosis merupakan penyakit yang timbul di paru-paru diakibatkan oleh adanya luka di paru-paru yang menyebabkan sulit untuk bernapas.
Mesothelioma, adalah kanker pada dada dan paru-paru. Penyakit kanker ini baru akan timbul setelah penderita menghirup asbes dalam kurun waktu 20 – 40 tahun kedepan.

Pemakaian asbes sendiri sudah banyak dilarang di berbagai negara misalnya saja Australia, Argentina, Kroasia, Arab Saudi dan Amerika. Berbeda dengan di Indonesia yang masih bisa dipergunakan dan diperjualbelikan secara bebas. Namun bukan berarti kita juga tidak peduli dengan bahaya yang ditimbulkan.  Dengan mengetahui bahaya yang tersembunyi dibalik asbes yang murah, kuat dan tahan lama itu, kita bisa mulai untuk waspada.

Mereka yang paling berisiko terkena dampak debu-debu asbes adalah mereka yang dalam kesehariannya berkutat dengan asbes. Baik mereka yang terkait dengan produksi asbes ataupun para pekerja bangunan tukang yang harus bersentuhan dengan asbes. Mereka semua yang tidak bekerja dengan pakaian pelindung atau masker yang baik akan mudah terpapar debu-debu asbes.

Para pemakai atau mereka yang menggunakan asbes di rumah tinggal atau usahanya juga tidak bisa menghindari dampak berbahaya dari dampak berbahaya dari debu ini. Namun kemungkinannya lebih kecil sepanjang asbes tersebut tidak rusak. Masa penggunaan asbes mampu bertahan hingga 10 tahun sehingga perlu diganti secara berkala untuk menghindari kemungkinan bahaya. Minimal untuk mencegah kemungkinan terhirupnya debu yang berjatuhan dari asbes di atap, buatlah plafon dari multipleks atau gipsum. Asbes relatif aman jika bentuknya utuh tidak rusak.

Mengapa asbes berbahaya bagi kesehatan kita? Asbes tahan terhadap bahan-bahan kimia, api ataupun air sehingga asbes tidak dapat dihancurkan. Jika debu-debu asbes terhirup atau tertelan, debu-debu tersebut akan masuk paru-paru dan menempel. Debu tersebut tidak dapat dihancurkan oleh tubuh sehingga menimbulkan berbagai penyakit seperti tersebut di atas.

Jepang sudah melarang warganya menggunakan asbes sejak tahun 2003, sedangkan Eropa sudah lebih dulu melarang sejak tahun 80'an. Konon di Australia pun pabrik asbes ditutup karena didemo warga. Kampanye sosialisasi akan bahaya debu asbes pun di Indonesia ternyata sempat digalakkan. Tapi sayangnya penjualan asbes  masih dibolehkan dan peredarannya masih banyak di pasaran.(Yanuar Yudha - Sumber rangkuman berita online)
Share on Google Plus

About Kim Swaraguna

0 comments:

Posting Komentar