Eko Nurmianto, Abdikan Diri Dampingi UKM

Eko Nurmianto, Abdikan Diri Dampingi UKM
Swaraguna - Tahun 1998 saat perekonomian Indonesia sedang kolaps, produk impor menjadi sangat mahal karena dollar melambung tinggi. Saat Eko Nurmianto yang kini masih tercatat sebagai dosen Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) jalan-jalan ke Bali dan bertemu dengan orang asing. Mereka bercakap-cakap dan orang asing tersebut mengatakan bahwa Ekonomi Indonesia bisa kuat bila Usaha Kecil Menengah bisa di kelola dengan baik.

Percakapan dengan bule itu terus terngiang di kepalanya, saat balik ke Surabaya sang dosen ini mulai fokus pada bidang pengabdian masyarakat. Semua lokakarya , seminar dan riset beliau jalani dengan niat iklash. Mulai tahun 2000 alumnus pendidikan di Perancis ini langsung aktif dalam pendampingan, bukan hanya di Surabaya, 2006 dia juga melakukan pendampingan UKM di Kalimantan.

Di Kalimantan ini Eko mendapatkan dana dari pupuk Kaltim, di sini dia melihat begitu banyak limbah sabut kelapa hasil dari salah satu pabrik. Dari sabut kelapa ini Eko mengolahnya menjadi produk yang eye cathing sehingga oarang tertarik untuk membelinya. Waktu pendampingan yang di berikan sang dosen ITS ini tidaklah singkat "karena proses belajar tidaklah instan, harus berulang dan rutin" begitu tuturnya. bahkan dia juga memberikan pelatihan bagaimana cara menentukan harga pokok, harga produksi, cara pemasaran, pelayanan kepada konsumen, hingga cara pengemasan. Maka tak heran dia sampai membutuhkan waktu selama 2 tahun untuk melakukan pendampingan di Kalimantan.

Selain sabut kelapa, Eko juga pernah mengolah rumput laut menjadi bakso. Ini terjadi di Probolinggo, dimana petani rumput laut di sana melakukan kesalahan dalam memanen, sehingga 10ton rumput laut terancam terbuang percuma. Akhirnya bersama tim Eko membuat cara bagaimana agar rumput laut itu bisa di gunakan, akhirnya mereka mengolahnya menjadi bakso dan sirup.

Sampai saat ini Eko merasa enjoy dan tidak akan berhenti untuk terus melakukan pendampingan UKM dan membuat perubahan. Dirinya merasa Tuhan selalu memberikan berkah kepada setiap orang, dan anugrah itu tidak akan habis, melainkan akan terus melimpah ketika di bagikan ke semua orang (Yanuar Yudha)   
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar