Mengapa Pelayanan Online Masih Sepi Peminat ?

Swaraguna - Sejak awal 2014 pemkot Surabaya sudah mulai mengenalkan layanan online kepada warga Surabaya. Hanya sayangnya masih segelintir orang saja yang mau memanfaatkan. Coba di tengok di gedung BPJS di jalan Dharmahusada Indah dan kantor (Dinas Kependudukan dan Catatan sipil) Dispensukcapil Kota Surabaya di jalan Manyar Kertoarjo, setiap harinya tidak lepas dari puluhan bahkan ratusan orang yang rela antri berdesakan dengan kondisi yang panas. Padahal sejatinya dengan di bukanya pelayanan online ini, masyarakat di mudahkan dalam mengurus segala sesuatunya. Dengan memanfaatkan layanan online kita tidak perlu datang ke kantor yang bersangkutan, cukup dengan membuka laptop/komputer di rumah, kalau belum memiliki bisa datang ke warnet harga sewanya sekarang juga sudah murah. Ga perlu kepanasan, kehujanan, antri panjang dengan bawa berkas banyak belum lagi gangguan calo yang membuat risih jika menawarkan jasa.

Menurut pantauan Swaraguna di lapangan, bisa di petakan beberapa masalahnya.  
  1. Usia : Jika dilihat dari usia kebanyakan yang datang mengurus surat atau dokumen ke instansi adalah mereka yang berusia 40-tahunan ke atas. pada usia seperti ini kebanyakan pengetahuan mereka tantang IT sangat terbatas, bahkan ada yang belum ngerti sama sekali apa itu Internet, padahal jika di lihat sepintas kebanyakan mereka membawa HP/gadget yang sudah bersistem android. 
  2. Prasarana : Hampir semua pelayanan publik yang bersifat online mensyaratkan alat scaner, masalahnya belum semua warga mempunyai alat tersebut. Sebetulnya ini bisa di atasi dengan melakukan scan ke warnet terdekat atau menggonakan foto yang ada di HP atau menggunakan kamera pocket.
  3. Kebiasaan : Ini yang susah untuk di rubah, kabiasaan masih senang antri. "kalau enggak ketemu petugasnya 'Gak marem mas' " begitu tutur seorang ibu yang sedang mengantri berkas di halaman kantor Dispendukcapil.
Memang akan sangat di perlukan banyak waktu dan kesabaran "tingkat dewa" untuk mengubah mindset warga agar lebih mengenal dunia online. Peran generasi yang lebih muda sangat di perlukan apabila Kota Surabaya benar-benar ingin bergerak ke arah CyberCity (Yanuar Yudha) 
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar