Surabaya Teruskan Kurikulum 2013

Surabaya Teruskan Kurikulum 2013

Swaraguna – Semenjak di terapkan oleh Menteri Pendidikan pada era pemerintahan SBY yaitu M.Nuh, Kurikulum 2013 atau biasa di sebut K-13 sangat memicu pro dan kontra. Beban kurikulum 2013 ini di rasa berbagai pihak sangat memberatkan baik bagi anak didik maupun Guru. Di social media acapkali kita temui tulisan para orang tua yang mengeluhkan tentang bahan ajar kurikulum ini yang tidak sesuai dengan usianya dan di rasa sangat memberatkan. Ketika di konfirmasi Doni Koesoema, selaku anggota Federasi Serikat Guru Indonesia FSGI mengatakan "Kalau kita melaksanakan K-13, ibarat K-13 makanan busuk kalau dikasih anak yang sakit cepat mati dia. Kalau anak sehat, satu dua hari mungkin masih bertahan hari ketiganya mati dia. Jadi, gizi kurikulum diperbaiki konsep fundamental K-13 harus diperbaiki,".

Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat mengenai kurikulum ini, setelah melakukan rapat untuk mendengar laporan dari tim evaluasi kurikulum yang diketuai guru besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Suyanto, Anies baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengeluarkan keputusan untuk tetap melaksanakan kurikulum 2013 itu secara terbatas. “Nantinya kurikulum 2013 ini hanya akan di implementasikan pada 6.221 sekolah yang menjadi pilot project” ujarnya. Menurut menteri yang lulusan UGM ini sekolah-sekolah tersebut bukan hanya sekolah yang dulunya berstatus RSBI (unggulan ) tetapi juga sekolah yang levelnya biasa.Sekolah tersebut akan menjadi percontohan untuk perbaikan kurikulum. Sekolah-sekolah tersebut menjadi tempat untuk menguji implemantasi K-13.

Bagaimana Dengan Surabaya..?, menurut Ikhsan selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, bahwa Surabaya mulai tingkat SD,SMP,SMA dan SMK baik negeri maupun swasta telah menjalani kurukulim 2013 ini selama 2 tahun. Untuk mendukung perjalanan K-13, Surabaya berupaya meringankan guru dalam menilai siswa lewat rapor online. Kesiapan sekolah, kata Ikhsan, dapat dilihat dari akreditasi sekolah, sarana dan prasarana sekolah, kesiapan guru, dan sebagainya.


Kelanjutan K-13 juga didukung Kepala SMAN 4 Surabaya Nur Hasan. Menurut dia, para guru di Surabaya sudah dilatih K-13. Hanya, dia ingin mengevaluasi penerapannya sehingga bisa dilakukan sejumlah perbaikan demi hasil optimal. "Dalam hal ini bukan kurikulumnya yang harus di salahkan, tetapi bagaimana para guru yang mendampingi anak didik paham akan kurikulum ini ," tuturnya.    
  
Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Pusat Prof Dr Sunaryo Kartadinata sejalan dengan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan dasar Anies Baswedan, bahwa kurikulum ini harus di laksanakan secara bertahap hingga semua sekolah siap untuk melaksanakan secara keseluruhan "terangnya saat ditemui di Hotel Utami dalam acara Munas VII ISPI pada hari kedua kemarin. Yang diperlukan hanyalah sejumlah pembenahan. Salah satunya pelatihan guru. "Sebab, guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan K-13," kata Sunaryo.(Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar