Demam Berdarah, Kenali Gejalanya

Demam Berdarah, Kenali Gejalanya.
Swaraguna - Bulan Januari dan Februari adalah bulan puncak dari musim penghujan. Curah hujan akan turun dengan sangat tinggi, bahkan di beberapa daerah telah terjadi banjir. Yang menjadi perhatian utama dari keadaan ini adalah siklus tahunan dari penyakit Demam Berdarah yang juga akan mencapai puncaknya. 

Tercatat sudah 11 Daerah di jawa Timur yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Demam Berdarah. Daerah tersebut yaitu Kota Madiun, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Probolinggo. Jumlah penderita saat ini tercatat lebih dari seribu orang dan 25 orang telah di nyatakan meninggal dunia akibat gigitan nyamuk yang mempunyai warna hitam-putih ini.  

Penyakit akibat gigitan Nyamuk Aedes Aegypti akan membuat seseorang kehilangan antibodi untuk melindungi diri terhadap infeksi. Ciri-ciri dari nyamuk tersebut adalah :
1. Mempunyai bintik putih pada badan dan kakinya.
2. Nyamuk ini menggigit manusia pada pagi dan sore, biasanya suka hinggap pada gantungan baju.
3. Berkembang biak pada air yang jernih dan hanya bisa terbang pada jarak 100m-200m.

Gejala dari penyakit DBD ini adalah :
1. Demam Tinggi mendadak selama 2 - 7 hari , bersifat seperti pelana kuda yaitu panas bisa turun pada hari  ke tiga tetapi naik lagi pada hari ke 4.
2. Ruam pada kulit.
3. Nyeri pada belakang mata.
4. Terjadi pendarahan yang di tandai dengan bintik merah kehitaman yang apabila kulit di renggangkan akan masih tetap terlihat.
5. Mimisan
6. Muntah darah
7. BAB berdarah yang berwarna hitam

Masa kritis dari Demam berdarah ini adalah pada hari ke-3 sampai ke 7, yang di tandai oleh keadaan sebagai berikut :
1. Muntah Darah
2. Nafas Cepat
3. Kelelahan
4. Sakit Perut Hebat
5. Muntah
6. Gusi Berdarah.

Apabila terdapat keluarga anda yang menderita panas tinggi selama 3 hari berturut-turut sebaiknya segera di periksakan ke pusat kesehatan terdekat. (Yanuar Yudha)
  
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar