Surabaya Perketat Penjualan Alat Kontrasepsi

Surabaya Perketat Penjualan Alat Kontrasepsi
Swaraguna - Maraknya penjualan kondom yang di bundling dengan coklat batangan yang dilakukan oleh beberapa toko modern membuat pemkot Surabaya bertindak lebih awas lagi terhadap peredaran alat kontrasepsi. Penjualan ini biasanya di lakukan oleh swalayan-swalayan pada momen tertentu seperti pada  hari kasih sayang atau yang lebih dikenal dengan hari valentine. 

Pengetatan ini murni dikarenakan untuk menghindari dampak negatif penyalahgunaan dari alat kontrasepsi tersebut. Terhitung mulai tanggal 18-februari 2015 pemkot Surabaya melalui Dinas perdagangan dan Perindustrian telah mengeluarkan Surat Edaran dengan nomor 10/1353/436.6.11/2015 yang isinya tentang pembatasan penjualan alat kontrasepsi.

Surat edaran yang telah di sosialisasikan kepada seluruh swalayan dan toko modern ini berisi 3 pin penting yaitu: 
1. Toko Modern dan swalayan di larang menjual kondom yang penjualannya di bundling dengan produk tertentu.
2. Penjualan alat kontrasepsi harus di letakkan di rak tertutup yang tidak dapat dapat di jangkau secara bebas oleh pengunjung serta harus di layani langsung oleh petugas toko/kasir.
3. Toko Modern dann swalayan di larang menjual alat kontrasepsi  untuk anak di bawah 21 tahun atau yang belum menikah.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan bahwa hal ini di lakukan karena ingin melindungi anak-anak muda generasi penerus Kota Surabaya dari penyalahgunaan alat kontrasepsi. " Semua toko modern dan swalayan harus mematuhi peraturan yang sudah kita buat dan ada sanksi tegas bagi yang melanggarnya" tegasnya. (Yanuar Yudha).

    
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar