Harga Beras Di Pasar Supoyono-Rungkut Mulai Turun Perlahan.

Harga Beras Di Pasar Supoyono-Rungkut Mulai Turun Perlahan.
Swaraguna - Kenaikan harga beras belakangan ini benar-benar membuat beberapa pihak kelimpungan. Bukan hanya pedagang dan pembeli, melainkan para pejabat di negeri ini juga di buatnya kerepotan. berbagai macam sebab telah di kemukakan, mulai adanya mafia beras, musim paceklik hingga telatnya penyaluran beras miskin (raskin) oleh Bulog. Saat ini penyaluran beras bulog dalam "Operasi Pasar" ke pasar-pasar tradisional masih menjadi cara utama untuk kembali menormalkan harga beras di pasaran.

Oleh karena itu kemarin (05/03/2015) Gubenur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini melakukan sidak ke pasar tradisional "Supoyono" yang berada di kecamatan Rungkut untuk memantau perkembangan harga beras saat ini.

Menurut pantauan para pejabat tersebut harga meras di pasar supoyono sudah mulai turun secara perlahan. Harga beras jenis medium saat ini seharga Rp 9.500/kg  dari yang seharusnya Rp 8.000/kg, sedangkan jenis premium masih seharga Rp 10.800/kg dari yang normalnya Rp 9.500/kg-nya. Soekarwo menjelaskan bahwa kenaikan harga beras kali ini di sebabkan musim paceklik karena sejak bulan Desember hingga Februari tidak ada panen. Hal ini di perparah dengan keterlambatan penyaluran beras raskin oleh Bulog. 

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menguraikan bahwa operasi pasar ini nantinya tidak hanya di lakukan di pasar tradisional, melainkan juga akan di laksanakan di balai RW/RT, sehingga bisa langsung menjangkau masyarakat. Bukan hanya beras tetapi pemkot akan menambahkan dengan berbagai bahan poko lainnya.

Di tempat yang sama Kepala Bulog Drive Jatim menjelaskan bahwa beras di operasi pasar ini di hargai Rp 7.200/kg. Untuk jatim sudah di alokasikan sebanyak 200ton/hari dan Surabaya mendapatkan jatah 70-80ton/hari. "Operasi pasar akan terus di lakukan secara kontinyu sampai harga kembali normal" tegasnya.(Yanuar Yudha)       
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar