Kulit Kebab Made-In Rungkut Raih Omzet 200 Juta/Bulan

Kulit Kebab Made-In Rungkut Raih Omzet 200 Juta/Bulan
Swaraguna - Disiplin waktu, piawai dalam mengatur manajemen keuangan,produksi dan pemasaran adalah kunci sukses bagi pelaku usaha. Kepercayaan dari para pelanggan adalah asset yang harus di jaga terus. Itulah sedikit tips usaha yang di berikan oleh Uma Yusuf pelaku UKM kulit kebab khas Turki asal Rungkut.

Berawal dari kegemarannya menyantap makanan kebab khas Turki Uma Yusuf mengetahui bahwa kulit kebab yang dia santap ternyata harus di impor dari luar negeri. Padahal dia sangat paham bahwa kebab adalah jajanan yang laris manis saat ini. Menyadari hal itu pada tahun 2012 Uma Yusuf berusaha mengambil peluang tersebut. "Ini adalah peluang,belum ada kulit kebab yang di suplay dari Indonesia" tutur-nya

Bermodalkan resep dari beberapa teman yang berkebangsaan Pakistan Uma Yusuf mulai mencoba membuat resep kulit kebab yang berkualitas bagus. Mulai dari mencampur adonan hingga mencetaknya dia lakukan secara manual dan hasilnya saat itu bisa di terima di beberapa gerai kebab di Surabaya dan sekitarnya. 

Perlahan dan pasti usahanya terus berkembang hingga mempunyai pegawai sampai 50 orang. Berbagai masukan dan keluhan pelanggan banyak dia terima, karena saat itu kulit kebab yang di hasilkan tidak stabil, kadang bagus dan kadang jelek. Setelah di evaluasi hal itu di karenakan produksinya yang masih manual sehingga kualitas adonan dan takaran bahannya tidak bisa sempurna. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membeli mesin kebab dari negara Taiwan, untuk itu dia harus merogoh koceknya dalam-dalam hingga Rp 200 juta.

Keputusan itu tidaklah sia-sia, setelah menggunakan mesin tersebut produksinya terus meningkat dan kualitasnya juga semakin bagus. Uma Yusuf juga merampingkan jumlah karyawan hingga hanya menjadi 25 orang saja.  Saat ini beliau mampu memproduksi kulit kebab hingga 10 ribu lembar/harinya. Itupun masih belum mampu memenuhi kebutuhan pelanggannya yang semakin lama semakin banyak. "Meski produk UKM, tingkat kebersihan harus menjadi perhatian, sehingga kualitas produk bisa terjaga dan aman serta hygenis" ujarnya.(Yanuar Yudha)





        
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

2 comments: