Sukma Trilaksasih : Juragan Tuyul Penghasil Jutaan Rupiah

Sukma Trilaksasih : Juragan Tuyul Penghasil Jutaan Rupiah.
Swaraguna - "Inilah tuyul-tuyul saya" tutur Sukma Trilaksasih di kediamannya, " yang ini paling pinter untuk cari duit " kelakarnya sambil menunjukkan boneka penari Remo. Ibu Sukma Trilaksasih adalah salah satu pegiat UKM yang ada di kecamatan Gunung Anyar. Berbagai penghargaan telah dia peroleh dalam mengembangkan usahanya, mulai penghargaan Pahlawan Ekonomi kategori Industri kreatif dari Pemkot surabaya sampai penghargaan 10 besar Kartini Award yang di serahkan langsung oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.

Mencari oleh-oleh khas Surabaya yang unik selain produk makanan memang susah-susah gampang, hal inilah yang di pikirkan oleh Sukma Trilaksasih. Mulailah beliau mencari literatur tentang budaya kota pahlawan ini, hingga akhirnya tercetuslah ide untuk membuat boneka adat dengan pakaian khas Suroboyo yaitu boneka Cak dan Ning serta boneka penari Remo (tarian khas Surabaya).

Wanita paruh baya ini mulai menekuni bisnis boneka sejak tahun 2008. Boneka hasil kreasinya beliau pajang di kantor tempatnya bekerja. Tak di sangka teman-teman sejawatnya banyak yang suka akan boneka buatannya. " Bentuknya sangat Indonesia banget, mulai dari tampilan wajah hingga baju yang di kenakannya" begitu puji mereka. "Padahal tuyul-tuyul saya ini datang dari china" tuturnya terkekeh.

Saat ini omzet yang di raup pengusaha yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM) Kota surabaya ini sebesar Rp 20juta/bulannya. Untuk harga boneka cak dan ning Sukma mematok tarif Rp 125.000, sedangkan boneka penari remo Rp 300.000. Sekali pemesanan wanita yang sekarang menjadi pegiat UKM Disperidag Surabaya ini bisa memproduksi 100 buah boneka. Tetapi beliau juga bersedia menerima konsumen yang pesan satuan atau membuatkan boneka yang di pesan khusus mirip seseorang. " Kalau pas musim nikahan banyak yang order boneka untuk suvenir" tambahnya.

Saat ini boneka kreasi Sukma bisa di lihat di Toko Modern Carefour dan sentra UKM Merr. Selain di dalam negeri, tuyul-tuyul ini juga telah merambah ke negara Thailand, Korea, Jepang, Belanda dan Amerika. Beliau juga sering di undang untuk memberika pelatihan membuat boneka kepada wisatawan asing yang berkunjung ke Surabaya, jika di undang oleh Pelindo III kalau ada kapal pesiar yang bersandar. (Yanuar Yudha)        
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar