Di Remehkan Orang Singapura, Malah Ekspor Ke 3 Negara

Di Remehkan Orang Singapura, Malah Ekspor Ke 3 Negara

Swaraguna - "Tidak mungkin buatan orang Indonesia bisa sehalus ini" begitu kata orang Singapura di depan Monica Harijati Hariboentoro, ketika mengikuti pameran clay di kota Singa tersebut. Merasa di remehkan, wanita asal kecamatan Tandes ini langsung meminjam adonan clay milik orang Singapura tersebut. Tak menunggu lama dari tangan kreatifnya jadilah beberapa figur karakter boneka yang halus dan detail. " Orang Singapura itu sekarang malah jadi langganan tetap adonan clay yang saya produksi" katanya sambil tertawa kecil.



Monica mengaku bahwa dirinya ter-obsesi dengan clay ini sejak dirinya duduk di bangku SMP. Bahkan beliau masih memajang karya miliknya yang di koleksi sejak jaman SMP. Koleksi yang di anggapnya paling berharga adalah pasar tradisional dan penjual jamu gendong.  Dengan pengerjaan yang halus dan detail yang rumit banyak orang mengira clay buatannya adalah buatan pabrik dari negara Jepang.

Kencitaannya terhadap seni kerajinan clay mengantarkannya menjadi pemenang pahlawan Ekonomi pada tahun 2012. Beberapa buku telah dia terbitkan antara lain Fruit's and Vegetable Dolls, Caly Doll dan D'bog Doll.
Setelah lulus dari Universitas Kristen Petra pada tahun 1995 Monica mulai serius menekuni clay. Awalnya Monica menggunakan adonan clay buatan pabrik namun hasilnya kurang memuaskan. Beragam bahan telah di pakainya untuk membuat adonan clay yang bagus, mulai roti tawar, tepung terigu, tepung beras, semuanya masih kurang maksimal. Hingga pada akhirnya Monica memadukan tiga tepung , yaitu terigu, beras dan tapioka serta di tambah dengan formula "rahasia" sehingga menemukan adonan clay yang bagus dan terus di gunakannya untuk ber-produksi sampai sekarang. 

Adonan clay yang di mix dengan formula rahasianya ternyata mendapatkan apresiasi yang luar biasa, setelah menjadi pemenang ke 2 dalam Pameran Produk Indonesia (PPI) di Jakarta, tawaran mulai bermunculan. Mulai dari Taiwan, Singapura, Australia dan Amerika Serikat. Dua kali dalam setahun Monica selalu mengirimkan adonannya ke negara-negara tersebut.  (Yanuar Yudha)

Berita menarik lainnya :
Pelatihan Gratis Dinas Koperasi dan UMKM Jatim
Sukma Trilaksasih : Juragan Tuyul Penghasil Puluhan Juta Rupiah
Kulit Kebab Made-In Rungkut Raih Omzet 200jt perbulan



 
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar